Jumat, 15 Mei 2026

Pertamina Proyeksi Konsumsi BBM dan LPG Meningkat saat Ramadan dan Idulfitri

Penulis : Bambang Ismoyo
20 Feb 2025 | 16:37 WIB
BAGIKAN
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di SPBU Asaya, Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar/Spt)
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di SPBU Asaya, Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar/Spt)

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan konsumsi energi pada periode Ramadan dan Idulfitri 1446 Hijriah atau pada 2025 mengalami peningkatan. Adapun, jenis energi yang dimaksud yakni Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan mengungkapkan, sebagai respons peningkatan konsumsi tersebut, Pertamina akan membentuk Satuan Tugas Ramadan-Idulfitri (Satgas Rafi) pada periode 17 Maret–13 April 2025. Langkah itu dilakukan agar distribusi dan keamanan stok kebutuhan energi dalam kondisi aman dan terkendali.

“Satgas Ramadan dan Idulfitri akan kami mulai di tanggal 17 Maret hingga tanggal 13 April, yaitu dua minggu sebelum hari raya dan dua minggu setelah hari raya,” ungkap Riva saat rapat kerja Pertamina bersama Komisi XII DPR di gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

ADVERTISEMENT

Riva menerangkan, Pertamina Patra Niaga memproyeksi terjadi peningkatan permintaan maupun konsumsi produk LPG di periode Ramadan dan Idulfitri sebesar 6,7%, dibandingkan periode normal.

Sejumlah produk BBM yang dijual Pertamina juga diprediksi akan mengalami peningkatan. Untuk BBM dengan kadar oktan 92 atau Pertamax, akan meningkat 16,7% dibandingkan periode normal.

Sementara, konsumsi Pertalite juga akan mengalami peningkatan 11,2%. Riva mengungkapkan, meningkatnya konsumsi BBM seiring dengan banyak masyarakat yang melakukan kegiatan mudik lebaran.

Beda halnya dengan Pertamax dan Pertalite, konsumsi Solar atau Biosolar diperkirakan bakal mengalami penurunan. Sebab, operasional kegiatan truk muatan logistik akan berkurang dari periode normal.

“Untuk Pertamax konsumsi naik karena situasi dan juga aktivitas transportasi untuk kembali ke kampung halaman ini meningkat,” pungkas Riva.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 51 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia