Celios Usul Insentif EV Dialihkan ke Bus Listrik
JAKARTA, investor.id – Lembaga riset ekonomi Center of Economics and Law Studies (Celios) mendorong pemerintah untuk mengevaluasi ulang secara menyeluruh arah kebijakan insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Insentif yang selama ini mengalir ke kendaraan pribadi diusulkan untuk dialihkan ke transportasi massal seperti bus listrik demi dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menilai langkah pengalihan ini jauh lebih efektif karena mampu menyentuh dua persoalan krusial perkotaan sekaligus: efisiensi energi dan pengurangan kemacetan.
“Saya mendorong subsidi atau insentif diberikan kepada pembelian dan penggunaan kendaraan transportasi publik,” ujar Nailul saat dihubungi, Selasa (14/4/2026).
Menurut dia, pengadaan bus listrik baik oleh pemerintah maupun operator transportasi umum merupakan langkah strategis untuk menekan ketergantungan pada energi fosil. Selain penghematan energi, transformasi ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas masyarakat melalui sistem transportasi yang lebih bersih dan efisien.
Terkait kendaraan listrik roda empat pribadi, Celios menyarankan agar fokus insentif digeser dari potongan harga unit ke penguatan ekosistem pendukung. Kebijakan dapat digulirkan seperti pemberian insentif untuk pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) secara masif. Selain itu, pelatihan khusus bagi mekanik bengkel agar memiliki kompetensi teknis dalam perawatan dan perbaikan kendaraan listrik.
Nailul menekankan bahwa kebutuhan utama calon pengguna EV saat ini bukan sekadar harga murah, melainkan kepastian layanan purnajual dan kemudahan pengisian daya. Tanpa dukungan infrastruktur yang andal dan sistem yang terintegrasi, insentif pembelian dinilai tidak akan memberikan dampak pertumbuhan industri yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, dia menegaskan bahwa menjadi penting untuk memperkuat ekosistem agar industri kendaraan listrik dapat tumbuh berkelanjutan. Karena tanpa dukungan sistem yang terintegrasi, insentif yang diberikan berpotensi tidak memberikan dampak maksimal.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





