Cara Anak Muda untuk #Produktifdinegerisendiri
JAKARTA, investor.id – Generasi muda Indonesia semestinya tidak terlalu gelisah dengan merebaknya #Kaburajadulu di media sosial. Indonesia tidak pernah kekurangan kesempatan untuk mengembangkan diri dan menjadi #produktifdinegerisendiri.
Banyak kok, generasi muda yang mencatatkan prestasi, tidak sekadar akademik, secara sosial berhasil pula membuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, menciptakan bisnis, dan membuka lapangan pekerjaan.
Jimy Hantu misalnya. Petani beradi ini mengembangkan sistem pertanian terpadu mulai dari peternakan, perkebunan hingga industri pertanian. Jimy mampu membiayai ratusan anak stunting di seluruh Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor.
Sosok lain yang dapat dijadikan contoh adalah Rayndra Syahdan Mahmudin. Pria lulusan SMK di Magelang ini sukses menjadi peternak. Di bawah bendera Cipta Visi Group, Rayndra mengelola sekitar 700 domba dan 20 sapi. Kandangnya tersebar di sejumlah desa di wilayah Magelang, Jawa Tengah.
Produktif dan meraih kesuksesan pun tidak harus menempuh pendidikan tinggi. Teguh Fajar Santosa, pemuda asal Desa Rambata, Kecamatan Pejawaran Banjarnegara, Jawa Tengah, harus meninggalkan bangku sekolah pada 2017 akibat keterbatasan biaya.
Tidak berputus asa, Teguh memutuskan untuk menekuni belajar bertani dan menekuni bidang ini. Budidaya tanaman kentang, wortel, kubis, cabe dengan menggunakan metode tumpeng sari berhasil dikerjakan dengan baik. Omzet yang diperoleh dari hasil budidaya tanaman tersebut mencapai puluhan juta per bulan.
Lain pula cerita Widodo dan Nurul. Pasangan suami istri ini pernah bekerja di luar negeri. Keduanya akhirnya memutuskan pulang ke Indonesia dan mendirikan usaha Yoso Farm Homestead di Kampung Karang Kulon, Desa Miro, Kecamatan Trucuk, Klaten.
Suami istri ini terbilang sukses menjadi pengusaha mikro dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang luas sehingga menghasilkan nilai ekonomi. Hasil memanfaatkan pekarangan tersebut antara lain tanaman sayur dan buah-buahan serta peternakan. Hasilnya tidak saja dipakai untuk kebutuhan sendiri, juga di jual ke masyarakat sekitar.
Baca Juga:
Jurus Jitu Dorong Industri FurniturLurah Kreatif
Sosok Lia Nuryanah bisa jadi contoh lengkap. Dia menjadi seorang pemimpin alias kepala desa termuda di Cikondang, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan. Lulusan IPB dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian ini sudah lama dikenal sebagai pemudi yang aktif di kampung halamannya.
Saat pilkades, Lia berhasil terpilih dan membawa sejumlah program unggulan untuk mengembangkan desanya. Di antaranya mengajak setiap warga giat bercocok tanam, mengajak setiap RT memiliki produk unggulan, mengembangkan wisata edukasi berbasis agrowisata,serta optimalisasi pelayanan air bersih.
“Keempat program tadi merupakan hasrat saya membangun desa menuju perubahan. Sebab banyak potensi desa yang mesti digali untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Lia dikutip dari alumni IPB pedia.
Lia pun berhasil membangun dan mengembangkan wisata edukasi berbasis pertanian. Salah satu komoditasnya adalah singkong, sebagai pangan alternatif yang sedang dikembangkan di desa Cikondang.
Dari singkong, Lia melakukan pengolahan gula cair kulit singkong rendah kalori (Gucaksi). Dengan begitu, pemanfaatan kulit singkong sebagai bahan dasar pembuatan gula cair dapat mengurangi limbah dari pengolahan singkong itu sendiri.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

