Jumat, 15 Mei 2026

Penjualan Pertamax Sempat Turun Gegara Isu Oplosan

Penulis : Yustinus Patris Paat
26 Feb 2025 | 20:37 WIB
BAGIKAN
Pelaksana Tugas Harian (PTH) Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra (kanan) bersama Presiden Direktur PT AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo (tengah) mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2025). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Pelaksana Tugas Harian (PTH) Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra (kanan) bersama Presiden Direktur PT AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo (tengah) mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2025). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Kepada wartawan, Pertamina juga mengklarifikasi substansi mengenai istilah oplosan dan blending BBM yang masing-masing punya perbedaan signifikan. Oplosan adalah istilah pencampuran yang tidak sesuai dengan aturan sedangkan blending merupakan praktik umum (common practice) dalam proses produksi bahan bakar.

Sedangkan blending BBM dimaksud adalah proses pencampuran bahan bakar atau dengan unsur kimia lain untuk mencapai kadar oktan atau RON tertentu dan parameter kualitas lainnya. Seperti Pertalite yang merupakan campuran komponen bahan bakar RON 92 atau yang lebih tinggi dengan bahan bakar RON yang lebih rendah sehingga dicapai bahan bakar RON 90.

“Produk yang masuk ke terminal BBM Pertamina merupakan produk jadi yang sesuai dengan RON masing-masing, Pertalite memiliki RON 90 dan Pertamax memiliki RON 92. Spesifikasi yang disalurkan ke masyarakat dari awal penerimaan produk di terminal Pertamina telah sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujar Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, pada Selasa (25/2/2025).

ADVERTISEMENT

Heppy menjelaskan, treatment yang dilakukan di terminal utama BBM adalah penambahan warna (dyes) sebagai pembeda produk agar mudah dikenali masyarakat.

Selain itu juga ada penambahan additive yang berfungsi untuk meningkatkan performance fuel produk. Proses penambahan pewarna dan additive dilakukan dengan proses blending yang secara teknis produksi BBM bertujuan untuk meningkatkan value produk.

“Jadi bukan pengoplosan atau mengubah RON. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas Pertamax,” jelas Heppy.

Sementara itu, isu ‘pertamax oplosan’ tak lepas usai Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap modus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) 2018–2023. Kasus ini mencatat kerugian negara senilai Rp 193,7 triliun.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia