Jumat, 15 Mei 2026

Strategi Telkom (TLKM) Serok Cuan di Market B2B

Penulis : Emanuel Kure
13 Mar 2025 | 13:47 WIB
BAGIKAN

Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) Venusiana (tengah). (Foto: Dok.PR)
Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) Venusiana (tengah). (Foto: Dok.PR)

JAKARTA,investor.id- PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) memperkuat langkah strategisnya dengan menghadirkan Telkom Solution sebagai brand utama dalam penyediaan solusi digital terintegrasi bagi pasar business-to-business (B2B).

Adapun Telkom Solution mendukung berbagai segmen enterprise business dalam memanfaatkan teknologi digital secara lebih efektif dan terintegrasi guna meningkatkan daya saing dan performansi bisnis. Peluang ini dijajaki mengingat, ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Direktur utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, pihaknya terus berperan dalam menghadirkan solusi dan layanan digital inovatif, guna mendukung berbagai sektor bisnis di Indonesia. Melalui ekosistem digital yang terintegrasi, Telkom berupaya mendorong efisiensi, produktivitas, serta daya saing bisnis.

ADVERTISEMENT

“Kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan mencapai delapan kali lipat,” kata Ririek dalam keterangan persnya, dikutip Kamis (13/3/2025).

Direktur Enterprise and Business Service Telkom Venusiana menambahkan, Telkom Solution hadir untuk mengakselerasi transformasi digital di berbagai sektor bisnis dengan mengintegrasikan solusi digital connectivity, digital platform, dan digital services.

Telkom Solution, lanjut dia, berperan sebagai mitra strategis yang membantu perusahaan untuk mengoptimalkan performansi, menciptakan nilai tambah, dan meningkatkan pengalaman pelanggan terbaik.

“Sebagai bagian dari komitmen Telkom dalam menyediakan solusi digital yang inovatif, Telkom Solution saat ini berfokus pada tiga solusi unggulan, yaitu Connectivity++, Cyber Security, serta Artificial Intelligence (AI) untuk segmen enterprise business,” ujar Venusiana.

Adapun Bisnis B2B Telkom akan berfokus untuk mendominasi pasar di perusahaan-perusahaan swasta, dikarenakan potensi yang masih terbuka lebar, antara lain pada segmen konglomerasi, perbankan, retailer, dan manufaktur.

Lebih lanjut, Venusiana menjelaskan bahwa Telkom Solution memiliki positioning yang berbeda dengan Indibiz. Indibiz difokuskan untuk melayani sektor usaha kecil menengah (UKM) melalui paket solusi yang terstandarisasi, sementara Telkom Solution hadir untuk melayani segmen enterprise business melalui solusi horizontal dan vertikal yang terintegrasi.

“Dengan kehadiran Telkom Solution dan Indibiz diharapkan semakin memperkuat posisi Telkom sebagai pemimpin dalam penyediaan solusi digital di berbagai sektor bisnis, serta mendorong akselerasi transformasi digital di Indonesia,” tutur Venusiana.

Editor: Emanuel

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia