Nasib Industri Baja Nasional
JAKARTA, investor.id - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) pada Rabu, 26 Maret 2025 menerima Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI Masa Persidangan II Tahun 2024-2025 dan Kementerian Perindustrian RI di Kota Cilegon, Banten.
Krakatau Steel dan para pelaku industri baja lainnya hadir dalam acara ini menyampaikan aspirasi maupun kendala yang dihadapi industri baja saat ini, termasuk di antaranya penyerapan produk baja hulu hingga hilir untuk pemenuhan kebutuhan domestik.
“Kami mendorong Kementerian Perindustrian untuk berpihak kepada para pelaku industri baja nasional, baik dari hulu hingga hilir, termasuk mengakomodir kebijakan-kebijakan yang mendukung kemajuan industri baja nasional,” jelas Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (29/3/2025).
Baca Juga:
Peluang Krakatau Steel (KRAS)Direktur Utama Krakatau Steel Muhamad Akbar Djohan mewakili para pelaku industri baja nasional berterima kasih atas kehadiran Komisi VII DPR RI yang telah berjibaku membantu industri baja nasional untuk terus tumbuh dan berkembang, terutama dalam melawan derasnya produk baja impor ke Indonesia.
“Kami bersyukur kemarin Krakatau Steel kembali melakukan ekspor ke Eropa, ini artinya produk anak bangsa sudah diakui oleh negara-negara di dunia dan seharusnya bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tambah Akbar Djohan.
Krakatau Steel Group dengan produk-produk baja hulu dan hillirnya yang berkualitas saat ini masih menguasai market share industri baja di Indonesia yakni mencapai 40% di tengah tantangan gempuran impor. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada potensi pasar yang dapat dicapai ke depan.
“Secara umum permasalahan impor ini dapat diatasi dengan perlindungan pemerintah dalam bentuk regulasi seperti misalnya kebijakan anti dumping, BMAD produk baja, penerapan P3DN, penerapan SNI, maupun pengendalian produk impor. Semoga ke depan industri baja nasional turut bertumbuh dan terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia,” tegas Setia Diarta Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI.
Menutup pernyataannya, Akbar Djohan optimistis bahwa dengan dukungan dari pemerintah, baik dari sisi regulasi maupun penyerapan produk baja lokal terutama untuk proyek-proyek strategis nasional dapat meningkatkan daya saing produk baja dalam negeri dan para pelaku industri baja nasional dapat berkembang maju dan menjadi kekuatan bagi industri nasional yang memberikan nilai tambah bagi peningkatan perekonomian Indonesia.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





