Jumat, 15 Mei 2026

Kebijakan Tarif Impor Trump Ancam Sektor Otomotif dan Elektronik Indonesia

Penulis : Bambang Ismoyo
3 Apr 2025 | 13:23 WIB
BAGIKAN
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara

JAKARTA, investor.id - Center of Economics and Law Studies (Celios) mengingatkan pemerintah agar mewaspadai dampak kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkenaan tarif impor baru. Menurut Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira, kebijakan tersebut akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bhima Yudhistira mengungkapkan, kebijakan AS ini dapat memberikan efek jangka panjang hingga kuartal IV-2025, bahkan ada risiko terjadinya resesi.

“Dampak kenaikan tarif resiprokal yang diumumkan Trump akan berdampak signifikan ke ekonomi Indonesia," ungkap Bhima, Kamis (3/4/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Bhima, sektor yang paling terdampak dari adanya kebijakan tersebut adalah otomotif dan elektronik. Bayangkan saja, dari 2019 hingga 2023, pertumbuhan ekspor produk tersebut rata-rata tumbuh sekitar 11% per tahun. Dengan demikian, pertumbuhan ekspor Indonesia akan menyusut.

"Dengan tarif resiprokal 32%, sektor otomotif dan elektronik Indonesia di ujung tanduk," papar Bhima.

Berdasarkan catatan Celios, total ekspor produk otomotif Indonesia tahun 2023 ke AS sekitar US$ 280,4 juta atau setara Rp4,64 triliun (asumsi kurs Rp16.600). 

"Konsumen AS menanggung tarif dengan harga pembelian kendaraan yang lebih mahal. Yang kemudian, penjualan kendaraan bermotor turun di AS," bebernya.

Bhima juga menyinggung, probabilitas resesi ekonomi AS naik karena permintaan lesu. Korelasi ekonomi Indonesia dengan AS, setiap 1% penurunan pertumbuhan ekonomi AS maka ekonomi Indonesia turun 0,08%.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Kamis (3/4/2025) WIB, mengumumkan kebijakan tarif impor baru yang menargetkan sejumlah negara termasuk beberapa mitra dagang terdekat AS. Langkah ini berisiko memicu perang dagang yang berpotensi merugikan perekonomian global.

Dalam pidato di Taman Mawar Gedung Putih dengan latar belakang bendera AS, Trump menerapkan tarif impor tinggi terhadap China dan Uni Eropa. Ia menyebutnya hari itu sebagai Hari Pembebasan.

"Selama bertahun-tahun, negara kita telah dieksploitasi oleh berbagai negara, baik sekutu maupun lawan," ujar Trump.

Trump menampilkan grafik daftar pungutan, mengeklaim bahwa kebijakan tarif impor ini lebih rendah dibandingkan tarif yang dikenakan negara-negara lain terhadap produk ekspor AS.

Pengumuman ini disambut sorak-sorai dari para pekerja industri baja, minyak, dan gas yang hadir dalam acara tersebut. "Tarif ini akan membuat Amerika kaya kembali," ujar Trump.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia