Kebijakan Tarif Impor Trump Ancam Sektor Otomotif dan Elektronik Indonesia
JAKARTA, investor.id - Center of Economics and Law Studies (Celios) mengingatkan pemerintah agar mewaspadai dampak kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkenaan tarif impor baru. Menurut Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira, kebijakan tersebut akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Bhima Yudhistira mengungkapkan, kebijakan AS ini dapat memberikan efek jangka panjang hingga kuartal IV-2025, bahkan ada risiko terjadinya resesi.
“Dampak kenaikan tarif resiprokal yang diumumkan Trump akan berdampak signifikan ke ekonomi Indonesia," ungkap Bhima, Kamis (3/4/2025).
Menurut Bhima, sektor yang paling terdampak dari adanya kebijakan tersebut adalah otomotif dan elektronik. Bayangkan saja, dari 2019 hingga 2023, pertumbuhan ekspor produk tersebut rata-rata tumbuh sekitar 11% per tahun. Dengan demikian, pertumbuhan ekspor Indonesia akan menyusut.
"Dengan tarif resiprokal 32%, sektor otomotif dan elektronik Indonesia di ujung tanduk," papar Bhima.
Berdasarkan catatan Celios, total ekspor produk otomotif Indonesia tahun 2023 ke AS sekitar US$ 280,4 juta atau setara Rp4,64 triliun (asumsi kurs Rp16.600).
"Konsumen AS menanggung tarif dengan harga pembelian kendaraan yang lebih mahal. Yang kemudian, penjualan kendaraan bermotor turun di AS," bebernya.
Bhima juga menyinggung, probabilitas resesi ekonomi AS naik karena permintaan lesu. Korelasi ekonomi Indonesia dengan AS, setiap 1% penurunan pertumbuhan ekonomi AS maka ekonomi Indonesia turun 0,08%.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Kamis (3/4/2025) WIB, mengumumkan kebijakan tarif impor baru yang menargetkan sejumlah negara termasuk beberapa mitra dagang terdekat AS. Langkah ini berisiko memicu perang dagang yang berpotensi merugikan perekonomian global.
Dalam pidato di Taman Mawar Gedung Putih dengan latar belakang bendera AS, Trump menerapkan tarif impor tinggi terhadap China dan Uni Eropa. Ia menyebutnya hari itu sebagai Hari Pembebasan.
"Selama bertahun-tahun, negara kita telah dieksploitasi oleh berbagai negara, baik sekutu maupun lawan," ujar Trump.
Trump menampilkan grafik daftar pungutan, mengeklaim bahwa kebijakan tarif impor ini lebih rendah dibandingkan tarif yang dikenakan negara-negara lain terhadap produk ekspor AS.
Pengumuman ini disambut sorak-sorai dari para pekerja industri baja, minyak, dan gas yang hadir dalam acara tersebut. "Tarif ini akan membuat Amerika kaya kembali," ujar Trump.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






