Industri Tekstil RI Bisa Semakin Terpuruk Karena Tarif Trump
JAKARTA, investor.id – Center Economics and Law Studies (Celios) membeberkan sejumlah sektor industri akan merasakan adanya kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat (AS). Presiden AS, Donald Trump menargetkan tarif impor sejumlah negara termasuk beberapa mitra dagang terdekatnya, termasuk Indonesia.
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira mengungkapkan, salah satu sektor yang akan merasakan dampaknya yaitu industri pakaian jadi dan tekstil. Dengan demikian, sektor padat karya itu semakin terpuruk.
“Sektor padat karya seperti pakaian jadi dan tekstil diperkirakan makin terpuruk. Sebagian besar brand internasional yang ada di Indonesia, punya pasar besar di AS,” papar Bhima kepada B-Universe, Kamis (3/4/2024).
“Begitu kena tarif yang lebih tinggi, brand itu akan turunkan jumlah order atau pemesanan ke pabrik Indonesia,” imbuh dia.
Tak cuma itu, dampak lainnya adalah Indonesia akan semakin diserbu produk-produk tekstil impor mulai dari China, Vietnam, bahkan Kamboja. Sebab, negara-negara tersebut akan mengincar pasar alternatif lainnya seperti Indonesia, usai AS menerapkan kebijakan tarif impor yang dimaksud.
Terlebih, revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024, yang merupakan perubahan ketiga atas Permendag Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, masih belum rampung.
“Kita bakal dibanjiri produk Vietnam, Kamboja dan China karena mereka incar pasar alternatif. Permendag 8/2024 belum juga direvisi, jadi ekspor sulit, impor akan menekan pemain tekstil pakaian jadi domestik,” beber Bhima.
Baca Juga:
4 Rekomendasi Respons Tarif TrumpDi samping itu, sektor otomotif dan elektronik juga akan merasakan dampak tarif Trump. Dari 2019 hingga 2023, rata-rata pertumbuhan ekspor produk di sektor tersebut sebesar 11% per tahun. Ke depan, pertumbuhannya diperkirakan bakal semakin menyusut.
“Dengan tarif resiprokal 32%, sektor otomotif dan elektronik Indonesia diujung tanduk,” jelas Bhima, seraya menyatakan bahwa ekspor terbesar Indonesia ke AS adalah komponen elektronik.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






