Jumat, 15 Mei 2026

Sektor Pertanian Aman dari Tarif Trump

Penulis : Ifan Ahmad
10 Apr 2025 | 20:24 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman seusai menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (10/4/2025). (B-Universe Photo/Ifan Ahmad)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman seusai menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (10/4/2025). (B-Universe Photo/Ifan Ahmad)

MAKASSAR, investor.id – Kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada sejumlah negara, termasuk Indonesia kian memperparah ketidakpastian global. Ketidakpastian itu masih membayangi meskipun Trump memutuskan untuk menunda kebijakan itu selama 90 hari, kecuali kepada China.

Perang dagang AS dan China bahkan semakin meruncing kala keduanya berbalas tarif yang lebih tinggi. Terbaru, Trump menyematkan tarif 125% kepada mitra dagang ke-3 terbesarnya yaitu China, hanya beberapa saat usai China tersulut mengerek tarif impor dari AS sebesar 84%.

Ketegangan antara AS dan China itu turut menuai perhatian Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Namun dia meyakini, perang tarif dari dua negara adidaya itu tidak akan berdampak signifikan untuk sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Dia mengaku, memang perang tarif dagang antara AS dengan China memang akan memberikan dampak ke ekspor pertanian dan perkebunan Indonesia. Namun, dampaknya tidak perlu dikhawatirkan. Indonesia punya daya tawar dan langkah antisipatif untuk merespons kebijakan AS.

“Kita ini punya biofuel 1,7 juta ton ke Amerika. Kalau ini harus kita kurangi, kita menjadikan biofuel dalam negeri B40. B50 kami butuh 5,3 juta ton. Berarti tidak ada masalah," ujar Mentan Amran seusai menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (10/4/2025).

Menurut dia, komunikasi dan negosiasi menjadi langkah strategis dengan pemerintah AS dalam menyikapi risiko ini. Terlepas dari itu, memperluas pasar ekspor lain bagi sektor pertanian dan perkebunan RI juga bisa menjadi opsi.

Amran yang juga kakak kandung Gubernur Sulawesi Selatan, Sudirman Sulaiman itu juga menuturkan bahwa neraca perdagangan antara Indonesia dan AS di sektor pertanian dan perkebunan relatif seimbang. Sehingga kekhawatiran terkait peningkatan tarif dari AS seharusnya bisa dibatalkan.

"Yang kedua adalah ini perdagangan antara Amerika dan Indonesia ini bisa balance karena kita butuh gandum,” demikian jelas Mentan Amran.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia