Jumat, 15 Mei 2026

Perang Dagang Belum Berdampak ke Sektor Infrastruktur RI

Penulis : Erfan Ma’ruf
11 Apr 2025 | 18:08 WIB
BAGIKAN
Menteri PU Dody Hanggodo, di Jakarta, Jumat (11/5/2025). (B-Universe Photo/Erfan Maruf)
Menteri PU Dody Hanggodo, di Jakarta, Jumat (11/5/2025). (B-Universe Photo/Erfan Maruf)

JAKARTA, investor.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengklaim gejolak ekonomi global akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China belum terlalu berdampak pada bidang infrastruktur dalam negeri. Pemerintah tetap berkomitmen untuk mencapai sasaran di bidang infrastruktur yang disebut dengan PU608.

“Di kami belum terasa, sekarang belum, harapan saya tidak terdampak,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo, di Jakarta, Jumat (11/5/2025).

Dia mengatakan, tarif resiprokal AS awalnya menargetkan banyak negara, termasuk Indonesia dengan kebijakan awal bea masuk 32%. Namun belakangan, Presiden AS Donald Trump menunda kebijakan itu selama 90 hari sehingga berlaku tarif 10%. Ini yang tengah menjadi konsentrasi Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian untuk melangsungkan negosiasi.

ADVERTISEMENT

“Tapi Presiden Trump masih pause 90 hari. Ya mungkin perlu lobi khusus lobi khusus. Kan Pak Menko Ekonomi, Bu Menkeu yang berangkat ke sana,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dody mengatakan, pihaknya bakal tetap fokus mencapai tiga target utama di bidang infrastruktur yang disebut PU608. Ketiga program itu di antaranya, target nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kurang dari 6, pengentasan kemiskinan menuju persentase 0% melalui makan bergizi gratis, serta mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi 8% per tahun.

“Saya pikir kalau PU608 itu wajib untuk dicapai. Karena itu untuk mendukung Astacita-nya Pemerintahan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto,” tambah Dody.

Dody juga berpesan kepada seluruh insan PU untuk terus bekerja bersama dalam mencapai target-target sektor utama tahun 2029 seperti arahan Presiden Prabowo. Dimulai dari pengelolaan sumber daya air dengan target kapasitas tampung sebesar 63,54 m³ per kapita dan efisiensi pemanfaatan air irigasi sebesar US$ 0,45 per m³.

Kemudian, pembangunan jaringan jalan dan jembatan dengan target waktu tempuh lintas utama jaringan jalan nasional sebesar 1,7 jam per 100 km.

Lalu, peningkatan pelayanan dasar keciptakaryaan dengan target 30% rumah tangga dengan akses sanitasi aman, 38% timbunan sampah terolah di fasilitas pengolahan sampah, dan 51,36% rumah tangga perkotaan dengan akses air siap minum perpipaan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia