Kamis, 14 Mei 2026

Bisnis Properti Masih Menarik kendati Situasi Ekonomi Penuh Tantangan

Penulis : Bambang Ismoyo
17 Apr 2025 | 14:32 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum AREBI Clement Francis, saat FGD dengan tema "Meracik Portfolio Investasi di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump", di Kantor B Universe, PIK 2, Tangerang, Kamis (17/4/2025)
Ketua Umum AREBI Clement Francis, saat FGD dengan tema "Meracik Portfolio Investasi di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump", di Kantor B Universe, PIK 2, Tangerang, Kamis (17/4/2025)

JAKARTA, investor.id – Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Clement Francis menilai bisnis properti masih menjadi daya tarik masyarakat, terutama di kalangan menengah dan menengah atas. Walaupun saat ini situasi ekonomi tengah menghadapi tantangan perang dagang Amerika Serikat dan China.

"Dengan ketidakpastian daripada ekonomi global, kami Arebi melihat investasi properti itu masih menjadi daya tarik yang kuat bagi masyarakat," ungkap Clement dalam Forum Group Discussion bertajuk Meracik Portofolio Investasi di Tengah Ketidakpastian Tarif Trumph, di Kantor B-Universe, Jakarta, Kamis (17/4/2025). 

Clement mencontohkan, laporan dari salah satu pengembang properti yang menggarap bisnis di kawasan Tangerang Selatan, Banten, mampu meraup penjualan yagn cukup besar.

ADVERTISEMENT

Dalam kurun waktu 3 bulan ke belakang, pengembang tersebut dapat meraup angka penjualan hingga Rp700 miliar, khusus properti tipe residensial.

“Barusan sebelum saya diminta sebagai narasumber, saya ketemu dengan salah satu developer di daerah Tangerang Selatan. Tiga bulan terakhir mereka bisa menjual residential saja, itu 700 miliar. Dan bulan lalu, khusus residential saja, ini satu developer karena di Tangsal itu banyak sekali developer besar, itu mereka bisa membutuhkan 350 miliar,” tuturnya.

Hal tersebut menunjukkan, tren bisnis atau pun investasi di sektor properti masih tergolong menjanjikan.

Terdapat pula faktor lain yang menandakan prospek bisnis properti cerah. Yakni angka populasi di Indonesia khususnya di kota-kota besar meningkat, yang tentunya mendorong permintaan jenis properti residensial.

"Artinya, investasi properti ini masih menjadi daya tarik yang bagus. Dengan gonjang-ganjing ekonomi global, yang pasti investor pun juga ada berhati-hati di dalam berinvestasi," pungkasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia