China Cari Pasar Alternatif, Indonesia Ditarget
JAKARTA, investor.id – China mencari pasar alternatif di tengah kisruh perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Salah satu pasar potensial yang dibidik adalah Indonesia.
Pemerintah China pada Rabu, 16 April 2025 menegaskan tidak akan mundur dari sikapnya meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan tarif impor 245% terhadap barang-barang asal China. Sebelumnya pada 11 April 2025, China telah mengumumkan penerapan tarif impor sebesar 125% untuk barang-barang AS.
Total nilai perdagangan AS dan China pada 2024 mencapai US$ 582,4 miliar. Ekspor barang AS ke China mencapai US$ 143,5 miliar, sedangkan ekspor China ke AS mencapai US$ 438,9 miliar.
Dengan demikian, AS mengalami defisit perdagangan barang dengan China mencapai US$ 295,4 miliar. Sebaliknya, China mencatat nilai surplus perdagangan yang sama besar. Perang dagang dengan AS tentu akan mengganggu kinerja ekspor China, dan dampak itu berlaku pula untuk AS.
Meskipun baru-baru ini, China dikabarkan mengalami pertumbuhan ekspor besar-besaran hingga 12,4% hingga Maret 2025. Peningkatan itu dinilai punya karakteristik jangka pendek, karena didorong perilaku bisnis yang mempercepat pengiriman guna menghindari perang dagang.
China pun melihat Indonesia sebagai pasar alternatif. Upaya itu dilaksanakan Dewan China untuk Promosi Perdagangan Internasional (China Council for the Promotion of International Trade/CCPIT) yang akan akan menggelar pameran dagang internasional China International E-commerce Industry Expo (CIEIE) 2025 di JIExpo Kemayoran Jakarta, pada 3-5 September 2025 mendatang.
Direktur Perdagangan dan Promosi Investasi CCPITCSC, Jason Xiong menyampaikan, di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, banyak pelaku usaha industri China mencari pasar baru dan rantai pasok yang lebih aman. Indonesia, dengan pasar yang besar, sumber daya yang kaya, dan pertumbuhan e-commerce yang pesat, muncul sebagai salah satu opsi utama.
“Kami berkomitmen untuk melacak kemajuan kemitraan yang terbentuk selama acara dan memberikan dukungan tambahan untuk memastikan kesuksesan bisnis jangka panjang,” ungkap Jason dalam keterangan resmi, Jumat (18/4/2025).
Peluang bagi Pengusaha Indonesia?
Jason menuturkan, pameran dagang ini bukan sekadar etalase produk, melainkan wadah untuk mempertemukan produsen, distributor, dan pelaku usaha dari berbagai negara.
“Bagi UMKM dan pengusaha Indonesia, inilah kesempatan untuk memperluas pasar, menjalin kemitraan teknologi, dan meningkatkan daya saing produk lokal di tengah kompetisi global,” tutur dia.
Dalam kesempatan itu, pihaknya akan memfasilitasi pengusaha dan UMKM lokal yang berpartisipasi dalam pameran ini. Dukungan tersebut mencakup akses ke mitra dagang China, peluang business matching, serta informasi terkini seputar tren produk global.
Jason mengatakan, Indonesia dinilai menjadi mitra dagang alternatif yang stabil, ramah investasi, dan potensial. Di saat negara besar saling menutup diri, Indonesia justru membuka pintu.
Oleh karena itu, dengan strategi yang tepat dan kesiapan pelaku usaha dalam memanfaatkan momentum ini, Indonesia berpotensi menjadi simpul baru perdagangan internasional di tengah pergeseran arah ekonomi dunia.
Adapun kategori utama dalam pameran ini mencakup:
-
Ecommerce Product Sourcing Exhibition
-
Consumer Electronics and Appliances Exhibition
-
Indonesia Refrigeration and Cold Chain Exhibition
-
Indonesia Agriculture Machinery and Techniques Exhibition
-
China Machinery and Electronic Brand Show
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






