Jumat, 15 Mei 2026

1,5 Juta UMKM Andalkan Layanan Pengantaran dan Mobilitas Digital untuk Memperluas Pasar

Penulis : Imam Suhartadi
22 Apr 2025 | 19:59 WIB
BAGIKAN
Transportasi online. Foto ilustrasi: alibaba.com
Transportasi online. Foto ilustrasi: alibaba.com

JAKARTA, investor.id – Direktur Eksekutif Asosiasi Mobilitas dan Pengantaran Digital Indonesia (Modantara), Agung Yudha mengatakan, banyak UMKM menggunakan layanan pengantaran dan mobilitas digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas dari sekedar area mereka beroperasi. Diperkirakan saat ini industri ojol, taksol, dan kurol ini menaungi lebih dari 1,5 juta UMKM.

“Tanpa platform layanan pengantaran dan mobilitas digital maka bisnis mereka (UMKM) bisa stagnan atau bahkan rugi,” kata Agung dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Berdasarkan riset dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, pada tahun 2019, kontribusi industri mobilitas dan pengantaran digital terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp 127 triliun.

ADVERTISEMENT

Setiap peningkatan sebesar 10 persen pada jumlah mitra pengemudi, secara signifikan akan berkontribusi pada peningkatan tenaga kerja di industri mikro dan kecil sebesar 3,93 persen

Dia mengkuatirkan adanya reklasifikasi mitra sebagai pegawai maka berpotensi untuk menekan perusahan teknologi pengantaran digital untuk menaikan harga yang dibebankan kepada pengguna layanan. Hal ini dapat berdampak pada naiknya beban operasional yang lebih besar bagi pengguna terutama UMKM.

“Bisnis yang sangat bergantung pada delivery seperti restoran, supermarket, apotek, dan e-commerce akan mengalami penurunan penjualan drastis,” ujarnya.

UMKM yang tidak punya outlet fisik kuat atau tidak punya banyak pelanggan setia akan lebih terdampak. Sedangkan restoran yang hanya beroperasi secara online akan kehilangan jalur utama penjualan dan hanya dapat bergantung pada area penjualan dimana outlet fisik berada.

Ribuan mitra pengemudi dikuatirkan kehilangan penghasilan atau pekerjaan, karena serapan tenaga kerja pasti mengalami recruitment barrier, dan hanya sebagian kecil dari mitra pengemudi yang ada sekarang yang bisa terserap.

“Diperkirakan hanya 10-30% yang terserap, atau terjadi penurunan sebesar 70-90%. Ini berarti potensi lonjakan pengangguran informal di kota besar, dan menambah beban negara,” katanya.

Turunnya penghasilan pengemudi, lanjut dia, bisa menurunkan daya beli, yang mempengaruhi sektor lain seperti makanan, kebutuhan pokok, dan layanan finansial, misalnya cicilan motor atau pinjaman online.

Pendapatan jutaan UMKM, lanjut dia,bergantung pada platform digital serta meningkatnya pengangguran. Kebijakan ini akan menghilangkan kemampuan platform digital sebagai bantalan ekonomi nasional.

“Jika kita menggunakan multiplier ekonomi yang sering digunakan untuk perhitungan sektor jasa maka dampaknya bisa sekitar Rp 178 triliun,” katanya.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia