Belajar Kelola Keuangan Digital di UMKM Digital Finance Tour
JAKARTA, investor.id – Para pelaku usaha dari berbagai kalangan di Surabaya dan sekitarnya antusias memadati BG Junction dalam gelaran “UMKM Digital Finance Tour – Surabaya Edition”. Mengusung tema “UMKM Go Digital: Bisnis Rapi, Cuan Pasti”, acara yang diselenggarakan oleh SeaBank, Kementerian UMKM RI dan Kementerian Komunikasi dan Digital RI ini menjadi ruang kolaborasi sekaligus sarana pembelajaran bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing di tengah perkembangan pasar digital.
Di balik semarak kegiatan tersebut, tumbuh semangat belajar dan adaptasi yang kuat dari para pelaku usaha lokal untuk terus berkembang. Para peserta diperkenalkan pada berbagai solusi digital yang dapat mendukung operasional dan pengembangan usaha mereka. Salah satunya melalui platform UMKM Pintar, sebuah platform gratis dan terbuka untuk umum yang dirancang untuk membantu pelaku usaha membangun kapasitas bisnis, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat ketahanan finansial di era digital.
Pintar yang diinisiasi oleh SeaBank, Women’s World Banking, dan PLUS. Salah satu fitur unggulannya adalah Kalkulator Pintar, yang membantu pelaku usaha menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), mengelola arus kas, hingga memantau kondisi keuangan usaha secara lebih praktis. Kehadiran fitur ini diharapkan dapat membantu UMKM mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat , terukur, dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, UMKM Pintar juga menyediakan berbagai materi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha masa kini, mulai dari pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran digital. Seluruh materi dapat diakses secara mandiri untuk mendukung peningkatan kapasitas bisnis secara bertahap dan berkelanjutan.
Salah satu peserta, Sumirah, pemilik brand Dapoermira menilai kehadiran UMKM Pintar memberinya pemahaman baru mengenai pentingnya pengelolaan dan pencatatan keuangan usaha yang rapi sebagai fondasi utama dalam menjalankan bisnis secara berkelanjutan.
Sumirah menyadari bahwa pencatatan keuangan bukan hanya sekedar mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga menjadi cara untuk memahami kondisi bisnis secara lebih jelas, mulai dari arus kas, keuntungan, hingga peluang pengembangan bisnis di masa depan.
“Saya belajar tentang cara mendapatkan pendanaan dan membuat buku kas usaha yang lebih baik. Selama ini pencatatan keuangan usaha saya masih sangat sederhana, jadi pelatihan ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya,” ujar Sumirah.
Hal serupa dirasakan oleh Panca Ningtia Silowati, pemilik brand La Panca. Menurutnya, fitur kalkulator pintar dalam platform UMKM Pintar sangat membantu dirinya dalam mengelola usaha, khususnya dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan.
“Acara seperti ini sangat bermanfaat bagi para UMKM, terutama dalam membantu pencatatan keuangan yang selama ini masih dilakukan secara manual. Selama ini sebagai pebisnis seringkali catatan keuangan bisnis dan pribadi tercampur, yang membuat laporan keuangan bisnis saya berantakan,” ujar Panca, pemilik brand La Panca.
Pembekalan Materi Bagi Pelaku UMKM
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga mendapatkan pembekalan intensif mengenai fundamental bisnis di era digital. Salah satu materi yang diberikan mencakup penyusunan Business Model Canvas (BMC), pentingnya identitas visual dan strategi pemasaran yang efektif yang disampaikan oleh Digital Marketing & Branding Expert, Ayrton Eduardo Aryaprabawa.
Selain itu, peserta turut memperoleh pemaparan mendalam mengenai digitalisasi operasional usaha dari para mitra strategis. ShopeePay, Kasir Pintar dan CBI SME Bureau hadir membagikan wawasan terkait pemanfaatan sistem kasir digital (POS System) untuk mendukung operasional bisnis yang lebih efisien.
Melalui sesi ini, para pelaku usaha didorong untuk mulai beralih dari pencatatan manual menuju penggunaan teknologi digital untuk memantau stok barang dan transaksi secara real-time, sehingga pengelolaan usaha dapat dilakukan dengan lebih rapi, cepat, dan terukur.
Untuk memberikan pengalaman yang lebih aplikatif, acara ini turut menghadirkan sejumlah booth interaktif yang dapat dikunjungi oleh para peserta. Mulai dari SeaBank Indonesia, Credit Bureau Indonesia (CBI), PT. Majoo Teknologi Indonesia (Majoo), PT. Olsera Indonesia Pratama (Olsera), PT. Kasir Pintar Internasional (Kasir Pintar), PT. Solusi Teknologi Niaga (Qasir), PT. Atourin Teknologi Nusantara (Atourin), dan Win 100.
Di area ini, para pelaku UMKM dapat berkonsultasi langsung mengenai pemanfaatan berbagai platform digital, mencoba demo sistem pembayaran, hingga memperluas jejaring sesama pelaku usaha. Kehadiran booth tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman teknis yang lebih praktis sehingga solusi yang diperkenalkan dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan bisnis sehari-hari.
Editor: Euis Rita Hartati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Tag Terpopuler
Terpopuler






