Jumat, 15 Mei 2026

Huayou Asal China Gantikan LG di Proyek Baterai EV

Penulis : Ichsan Ali
23 Apr 2025 | 21:50 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani saat menyampaikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (23/4/2025). (B-Universe Photo/Ichsan Ali)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani saat menyampaikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (23/4/2025). (B-Universe Photo/Ichsan Ali)

JAKARTA, investor.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani membeberkan perusahaan asal China, Huayou, akan menggantikan posisi LG asal Korea Selatan dalam investasi pengembangan baterai listrik (EV battery) di Indonesia.

Rosan menegaskan, konsorsium asal Korea Selatan yang dipimpin LG bukan membatalkan investasi, melainkan sudah menyelesaikan tahapan untuk rangkaian investasi.

“Ya kalau boleh saya gambarkan sedikit, memang LG ini kan investasi yang totalnya US$ 9,8 miliar. Memang ini adalah investasi besar, ekosistem dari mining-nya. Sampai kalau saya bilang dari mining, nickel made, nickel sulphur, precursor, cathode, anode, battery cell, cell pack sampai recycle baterainya,” terang Rosan dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (23/4/2025).

ADVERTISEMENT

Rosan menjelaskan, rangkaian ekosistem investasi terbagi dalam empat tahap. Pihak LG telah menyelesaikan seluruh tahapan.

“Jadi memang berita yang mereka mundur itu bukan mundur. Oh semuanya? Enggak. Mereka sudah melakukan dan sudah selesai di nomor empat senilai US$ 1,1 miliar,” terang Rosan.

Seusai LG telah menyelesaikan seluruh tahapan, Rosan menuturkan pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menerbitkan surat tertanggal 31 Januari 2025 kepada pimpinan LG Chem dan LGES, setelah negosiasi yang berlangsung cukup alot selama 5 tahun ke belakang.

“Jadi surat itu dikeluarkan karena memang dari Huayou itu berminat untuk berinvestasi, karena mereka teknologinya juga sudah ada dan mereka hanya me-replace atau menggantikan posisi dari LG,” imbuh Rosan.

Rosan memastikan total investasi pengembangan baterai listrik (EV battery) di Indonesia oleh konsorsium asal Korea Selatan sebesar US$ 9,8 miliar tidak berubah dan dilakukan bersama PT Antam (Persero) dan PT Indonesia Battery Corporation (IBC).

“Kalau ditanya kenapa Huayou? Ya mereka sudah berinvestasi sebelumnya bahkan jauh lebih besar. Dan mereka pun sudah berinvestasi di mana? Di daerah Weda Bay (Maluku Utara),” tutur Rosan.

“Jadi mereka sudah sangat-sangat paham, sangat-sangat mengerti dan di saat bersamaan dia juga sudah mempunyai sources untuk pengembangan ini kedepannya. Jadi oleh sebab itu Huayou yang masuk rencananya untuk menggantikan LG,” jelas dia..

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 50 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia