Jumat, 15 Mei 2026

Tantangan dan Peta Jalan RI Jadi Pusat Kendaraan Listrik ASEAN

Penulis : Indah Handayani
7 Mei 2025 | 15:34 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Baterai Kendaraan Listrik. Foto: Ist
Ilustrasi Baterai Kendaraan Listrik. Foto: Ist

JAKARTA, investor.id – Indonesia terus tancap gas untuk menjadi pemain utama kendaraan listrik (EV) di kawasan Asia Tenggara, meski jalan menuju target 2030 penuh tantangan. Dengan potensi besar dari cadangan nikel, insentif fiskal, hingga kapasitas produksi yang terus bertumbuh, Indonesia kini bersaing ketat untuk merebut posisi sebagai hub kendaraan listrik di ASEAN.

Dalam forum RE Invest Indonesia 2025: Indonesia as the Next EV Production Hub yang digelar 24 April 2025, para pemangku kepentingan dari GAIKINDO, Kementerian Koordinator Perekonomian, ENTREV, hingga Indonesia Battery Corporation (IBC) memaparkan strategi dan hambatan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.

Sekretaris Jenderal GAIKINDO Kukuh Kumara mengatakan, Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di industri otomotif global. “Pada 2024, Indonesia menempati peringkat ke-14 dunia dalam produksi kendaraan, dan ke-17 dalam pasar otomotif global. Di ASEAN, kita memimpin dengan pangsa pasar 31%, mengungguli Malaysia dan Thailand,” ungkap Kukuh dalam keterangan pers, Rabu (7/5/2025).

ADVERTISEMENT

Meski penjualan wholesales pada 2024 mencapai 865.723 unit, melampaui target, Kukuh memperkirakan penurunan pada 2025 ke kisaran 850.000 unit. Ia menegaskan pentingnya akselerasi program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) dan transisi ke kendaraan rendah emisi.

Namun, Kukuh menyoroti bahwa pasar EV di Indonesia masih didominasi oleh hybrid electric vehicle (HEV). Sepanjang 2024, penjualan HEV tercatat 54.179 unit, jauh di atas battery electric vehicle (BEV) yang hanya 17.051 unit. “Adopsi BEV masih terkendala harga tinggi dan minimnya infrastruktur,” jelasnya.

Dari sisi pasar, tren positif mulai terlihat. Total penjualan BEV melonjak dari 17.051 unit pada 2023 menjadi 43.194 unit di 2024. Pangsa pasar kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) naik dari 1,7% ke 4,99%.

Namun, tantangan lain menghantui, terutama soal infrastruktur. Eko Adji Buwono dari ENTREV menyebut hingga Maret 2025, jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) baru mencapai 3.772 unit di 2.515 lokasi, didominasi kapasitas 7–22 kW. “Masih jauh dari target pemerintah 30.000 SPKLU pada 2030,” jelas Eko.

Pembangunan SPKLU

Eko menambahkan, percepatan pembangunan SPKLU krusial untuk mengatasi range anxiety atau kekhawatiran konsumen terhadap jarak tempuh. Tak hanya itu, pengembangan teknologi daur ulang baterai juga mendesak guna mendukung ekonomi sirkular.

Menurut Eko, kendaraan listrik menghasilkan emisi karbon 1,3 kg CO₂ per 10 km, lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil yang mencapai 2,4 kg CO₂. Meski lebih ramah lingkungan, harga EV masih menjadi kendala besar. Saat ini, harga rata-rata EV di Indonesia di atas Rp800 juta, jauh dari daya beli rata-rata masyarakat yang berkisar Rp300 juta.

“Transformasi menuju kendaraan listrik bukan sekadar soal teknologi, tapi juga soal membangun kepercayaan publik dan menciptakan kenyamanan bagi konsumen. Edukasi, insentif fiskal, penurunan harga baterai, hingga ekspansi infrastruktur harus berjalan bersama,” jelas Eko.

Sementara itu, Atong Soekirman dari Kemenko Perekonomian menyebut, Indonesia memiliki modal lengkap untuk menjadi pusat produksi EV regional, mulai dari cadangan nikel melimpah hingga insentif fiskal. Saat ini, sudah ada 7 produsen kendaraan listrik roda empat di dalam negeri dengan kapasitas produksi 59.660 unit per tahun dan nilai investasi Rp 4,07 triliun.

“Ekonomi kita tumbuh 5,03% pada 2024. Industri pengolahan masih dominan, meski sektor alat angkutan kontraksi 1,25%. Tetapi utilisasi industri kendaraan bermotor naik ke 78,31% di akhir 2024,” pungkas Atong.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 25 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia