Jumat, 15 Mei 2026

Airlangga Buka-Bukaan Arah Kebijakan Pemerintah untuk Sektor Otomotif

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Mei 2025 | 18:35 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat (16/5/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat (16/5/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah mengungkapkan arah kebijakan pengembangan industri otomotif di dalam negeri. Ke depan, pemerintah fokus untuk mendorong industri otomotif bisa menghasilkan kendaraan listrik secara paralel, baik yang berbahan bakar listrik (combustion engine) maupun kendaraan listrik. Hal ini untuk mengantisipasi pergeseran dari kendaraan combustion engine ke kendaraan listrik.

“Kalau industri, kita belajar dari industri otomotif di Thailand. Dengan bergesernya dari industri combustion engine ke industri elektrik, terjadi disrupsi. Jadi ada dua pabrik disana tutup dari Jepang, sehingga kita tidak boleh ketinggalan untuk mengharmonisasi energy mix untuk otomotif,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat (16/5/2025).

Kondisi industri otomotif sedang dalam kondisi tidak menggembirakan lantaran penjualan mobil sedang anjlok. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil wholesales pada April 2025 hanya mencapai 70.895 unit atau terkontraksi 27,8% dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan penjualan retail juga turun 25,5% pada April 2025 dari 76.582 unit pada Maret 2025 menjadi 57.031 unit saja pada April 2025.

ADVERTISEMENT

Untuk mendongkrak kinerja industri otomotif pemerintah lantas mengembangkan sejumlah potensi. Indonesia juga merupakan penghasil bahan bakar nabati (biofuel) sehingga industri otomotif dalam negeri juga harus dikembangkan untuk mengakomodasi hal tersebut. Beberapa langkah yang dilakukan adalah menjalankan pengembangan biosolar, biodiesel, hingga bioethanol.

“Karena itu kekuatan ekonomi dalam negeri terhadap value chain industri otomotif,” imbuh Airlangga.

Selain itu pemerintah terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Mengingat Indonesia memiliki komoditas yang mendukung seperti nikel dan kobalt. Pengembangan ekosistem kendaraan listrik dilakukan melalui kerja sama bersama Australia. Adapun daerah Morowali sudah menjadi pusat perhatian dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, khususnya dalam hilirisasi industri baterai kendaraan listrik.

“Jadi Indonesia adalah salah satu produsen yang cukup lengkap di hulu dari baterai listrik,” tutur Airlangga.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 28 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia