Airlangga Buka-Bukaan Arah Kebijakan Pemerintah untuk Sektor Otomotif
JAKARTA, investor.id – Pemerintah mengungkapkan arah kebijakan pengembangan industri otomotif di dalam negeri. Ke depan, pemerintah fokus untuk mendorong industri otomotif bisa menghasilkan kendaraan listrik secara paralel, baik yang berbahan bakar listrik (combustion engine) maupun kendaraan listrik. Hal ini untuk mengantisipasi pergeseran dari kendaraan combustion engine ke kendaraan listrik.
“Kalau industri, kita belajar dari industri otomotif di Thailand. Dengan bergesernya dari industri combustion engine ke industri elektrik, terjadi disrupsi. Jadi ada dua pabrik disana tutup dari Jepang, sehingga kita tidak boleh ketinggalan untuk mengharmonisasi energy mix untuk otomotif,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat (16/5/2025).
Kondisi industri otomotif sedang dalam kondisi tidak menggembirakan lantaran penjualan mobil sedang anjlok. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil wholesales pada April 2025 hanya mencapai 70.895 unit atau terkontraksi 27,8% dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan penjualan retail juga turun 25,5% pada April 2025 dari 76.582 unit pada Maret 2025 menjadi 57.031 unit saja pada April 2025.
Untuk mendongkrak kinerja industri otomotif pemerintah lantas mengembangkan sejumlah potensi. Indonesia juga merupakan penghasil bahan bakar nabati (biofuel) sehingga industri otomotif dalam negeri juga harus dikembangkan untuk mengakomodasi hal tersebut. Beberapa langkah yang dilakukan adalah menjalankan pengembangan biosolar, biodiesel, hingga bioethanol.
“Karena itu kekuatan ekonomi dalam negeri terhadap value chain industri otomotif,” imbuh Airlangga.
Baca Juga:
Mobil China Goyang Dominasi JepangSelain itu pemerintah terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Mengingat Indonesia memiliki komoditas yang mendukung seperti nikel dan kobalt. Pengembangan ekosistem kendaraan listrik dilakukan melalui kerja sama bersama Australia. Adapun daerah Morowali sudah menjadi pusat perhatian dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, khususnya dalam hilirisasi industri baterai kendaraan listrik.
“Jadi Indonesia adalah salah satu produsen yang cukup lengkap di hulu dari baterai listrik,” tutur Airlangga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






