Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Genjot Produksi Migas Nasional, Tekan Beban Impor Rp 650 T per Tahun

Penulis : Celvin M. Sipahutar
21 Mei 2025 | 17:46 WIB
BAGIKAN
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Konvensi dan Pameran Tahunan ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (21/5/2025).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Konvensi dan Pameran Tahunan ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (21/5/2025).

JAKARTA, investor.id – Pemerintah tengah berupaya mengurangi impor minyak dan gas (migas) dengan menggenjot peningkatan produksi nasional. Impor migas setiap tahunnya membebani keuangan negara hingga US$ 40 miliar atau setara Rp 650 triliun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hal itu saat menghadiri Konvensi dan Pemeran Tahunan ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (21/5/2025).

"Di tahun 2024 lifting kita kurang lebih sekitar 580 ribu barel dan konsumsi kita sekitar 1,6 juta barel. Impor kita setiap tahun untuk oil and gas menghabiskan kurang lebih sekitar US$35 miliar sampai US$40 miliar," kata Bahlil.

ADVERTISEMENT

Menurut Bahlil, kondisi saat ini berbanding terbalik dengan era kejayaan migas Indonesia pada tahun 1996–1997. Dalam laporannya, Bahlil mengungkapkan lifting minyak nasional mencapai 1,5 juta- 1,6 juta barrel oil per day (BOPD) dengan angka konsumsi 500 ribu BOPD.

Pada era tersebut, bahkan pendapatan negara dari sektor migas mencapai 40%. Karena itu, kata Bahlil, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Kementerian ESDM untuk menaikkan lifting migas nasional menjadi 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada tahun 2029-2030. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menekan defisit neraca perdagangan migas serta mengurangi beban anggaran akibat impor energi.

Lebih lanjut, Bahlil menyebutkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi besar dari cekungan migas yang belum tergarap. Dari total 128 cekungan migas di Indonesia, 68 di antaranya belum dieksplorasi. Untuk itu, pemerintah menyiapkan tender untuk 60 wilayah kerja baru dalam 2-3 tahun ke depan.

"Nah 60 ini atas arahan Bapak Presiden kami mohon arahan kalau memang bisa kita cepat laksanakan maka kita akan lakukan," imbuh Bahlil.

Bahlil menyebut sejumlah wilayah potensial, termasuk Selat Makassar dan Laut Natuna yang memiliki cadangan gas cukup besar. Untuk Natuna, ia mengungkap wilayah tersebut memiliki cadangan gas hingga 222 TCF.

"Di Natuna itu ada sekitar gas kita itu ada sekitar 222 TCF. Namun, memiliki CO2 72%, ada yang 45% bahkan minyaknya ada yang 30.000 barel. Artinya apa? cadangan kita masih cukup luar biasa," tutup Bahlil.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 36 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia