Mendag Ajak UGM Dorong Digitalisasi Toko Kelontong untuk Tingkakan Kewirausahaan
YOGYAKARTA, investor.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mendorong tumbuhnya kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Hal ini sebagai salah satu cara meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengaku prihatin terhadap rasio kewirausahaan di Indonesia yang masih rendah dibandingkan dengan negara tetangga. Padahal, hingga 2045 mendatang, sekitar 70% populasi Indonesia akan didominasi oleh penduduk usia produktif.
“Rasio kewirausahaan kita masih rendah, masih 3,3%, kalah dibanding dengan negara tetangga,” ujar Budi Santoso saat menyampaikan kuliah umum di kampus Fisipol UGM (24/5/25).
Hal inilah yang mendorong Kemendag melakukan banyak kegiatan dan program untuk memacu semangat kewirausahaan di kalangan masyarakat, salah satunya dengan menggandeng UGM.
Kolaborasi yang akan dilakukan Kemendag tersebut yakni melalui program digitalisasi toko kelontong dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Kami akan berkolaborasi dengan UGM melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat, program kerja KKN melakukan digitalisasi Toko Kelontong,” katanya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN akan diperbantukan untuk mengenalkan penggunaan teknologi digital kepada para pemilik toko kelontong. Harapannya, teknologi dapat membantu operasional usaha kecil menjadi lebih efisien, termasuk dalam pengelolaan inventaris dan kemudahan layanan kepada konsumen.
“Kita harapkan adanya peningkatan kapasitas pedagang dan digitalisasi di pasar rakyat, selain identifikasi kebutuhan serta pendampingan pedagang dan pengelola pasar rakyat,” tambah Mendag.
Sekretaris Direktorat Pengembangan Usaha UGM, Prof. Ir. Sang Kompiang Wirawan, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan, UGM mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa agar siap terjun ke dunia profesional dan wirausaha.
“Kita ingin kualitas lulusan yang mampu berkiprah secara profesional dengan mengadopsi spirit entrepreneurial dan prinsip-prinsip inovasi terbuka,” tuturnya.
Sementara itu, Regional CEO Bank Rakyat Indonesia, John Sarjono, menambahkan bahwa calon wirausaha menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya pengalaman, jaringan, mentalitas, literasi keuangan, hingga kepemimpinan.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





