Pendirian SPPG di Kampus Dapat Lemahkan Independensi Perguruan Tinggi
YOGYAKARTA, investor.id – Dosen Manajemen Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus pakar Analisis Kebijakan Publik Dr Subarsono menilai rencana pendirian dapur makan bergizi gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kampus tak selaras dengan tugas dan fungsi perguruan tinggi.
“Perguruan tinggi tidak sepantasnya membuka SPPG karena tidak ada kaitannya dengan visi, misi, dan Tridharma Perguruan Tinggi,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Menurut Subarsono, keterlibatan kampus dalam pengelolaan MBG berisiko menguras sumber daya internal universitas dalam jumlah besar. Ia menilai pengelolaan dapur MBG akan menambah beban kampus, baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur pendukung lainnya.
“Keterlibatan kampus dalam mengelola MBG akan menyedot banyak energi sumberdaya yang ada di kampus, diantaranya seperti SDM, listrik, air, pengolahan limbah, hingga pengawasan kesehatan dan gizi menu,” terangnya.
Selain aspek teknis, Subarsono juga menyoroti potensi melemahnya independensi akademik apabila perguruan tinggi ikut menjadi bagian dari implementasi program pemerintah.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat memunculkan konflik kepentingan yang berdampak pada daya kritis civitas akademika terhadap kebijakan publik.
"Bagaimana bisa bersuara kritis dan lantang, kalau perguruan tinggi terlibat dan ikut menikmati benefit implementasi MBG yang saat ini penuh dengan persoalan dan menyedot APBN yang luar biasa banyaknya," tegasnya.
Ia menambahkan, pelibatan kampus dalam program MBG juga dapat memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Publik, kata dia, berpotensi melihat langkah tersebut sebagai bentuk politisasi kampus oleh pemerintah.
“Publik akan membaca sebagai wujud politisasi kampus dan pemerintah akan mendapatkan legitimasi lebih ketika kampus terlibat pada SPPG. Hal ini juga berdampak pada civitas akademika yang akan kurang mampu mengkritisi kebijakan dan program pemerintah,” jelasnya.
Subarsono juga mengingatkan adanya risiko hukum apabila terjadi persoalan di lapangan, termasuk kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG. Karena itu, ia meminta kampus tetap menjaga jarak dari operasional program pemerintah demi mempertahankan integritas institusi pendidikan tinggi.
“Kampus harus tetap mengambil posisi di luar program MBG merupakan pilihan yang rasional guna menjaga marwah universitas agar tidak tergelincir pada pusaran isu yang kontroversial saat ini,” tutup Subarsono.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa kampus perlu terlibat aktif dalam pelaksanaan program pemerintah, termasuk melalui pendirian dapur MBG di lingkungan perguruan tinggi.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK
Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%
Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital
Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026
Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level iniKenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Dinilai sebagai Langkah Strategis
Pengamat sosial Dr. Serian Wijatno menilai kenaikan pangkat Irjen Pol Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan langkah strategis di tengah kompleksitas tantangan keamanan di Jakarta.Tag Terpopuler
Terpopuler






