Jumat, 15 Mei 2026

Kerap Dianggap Isu Elite, Bahlil Berharap Informasi Sektor Energi Bisa Lebih Membumi

Penulis : Rama Sukarta / Bambang Ismoyo
27 Mei 2025 | 12:31 WIB
BAGIKAN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan sambutan dalam pembukaan acara Energi dan Mineral Forum 2025 yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkolaborasi dengan media grup B-Universe di Jakarta, Senin (26/5/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan sambutan dalam pembukaan acara Energi dan Mineral Forum 2025 yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkolaborasi dengan media grup B-Universe di Jakarta, Senin (26/5/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan acara Energi Mineral Forum yang diinisiasi oleh B-Universe. Menurut Bahlil, forum ini adalah katalis untuk membumikan isu energi yang kerap dipandang sebagai isu kelas atas.

“Selama ini kan, isu SDM (dianggap) elit banget,” kata Bahlil kepada wartawan usai menyampaikan sambutannya, Senin (26/5/2024).

Dia berharap, kegiatan semacam Energi Mineral Forum menjadi bagian dari proses komunikasi yang intens, terbuka, dan jelas antara pemerintah, regulator, praktisi, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Bahlil menyatakan kegiatan seperti Energi Mineral Forum berperan untuk menerangi isu transisi energi hijau sebagai masa depan Indonesia. Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah menyusun Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Ini dipercaya akan mendorong penciptaan lapangan kerja di sektor energi baru terbarukan (EBT).

Dia pun optimistis, capaian swasembada energi dan program hilirisasi yang diusung Presiden Prabowo Subianto dapat terwujud dalam kurun waktu empat hingga lima tahun ke depan. Swasembada energi dapat dicapai oleh Indonesia, seperti layaknya pada beberapa tahun silam. Menurut Bahlil, Indonesia pada tiga dekade sebelumnya sempat dinobatkan sebagai Macan Asia, yang kala itu Indonesia surplus komoditas minyak dan gas (migas).

“Kita pada tahun 96-97 lifting minyak kita Itu mencapai 1,5 juta hingga 1,6 juta barrel per day. Dan konsumsi kita hanya kurang lebih sekitar 500.000 barrel per day. Kita ekspor waktu itu 1 juta barrel per day. Hebat sekali waktu itu negara kita, dan pendapatan negara kita 40%-45% Itu hasil daripada migas,” papar Bahlil.

Namun, pada akhirnya industri migas nasional mulai merosot, pasca krisis ekonomi dan perubahan fundamental regulasi. Adanya hal tersebut, Bahlil mengungkapkan Kementerian ESDM berkomitmen untuk dapat kembali menjadikan Indonesia mampu mewujudkan swasembada energi.

“Pak Presiden Prabowo menyatakan bahwa sebuah negara hebat, kalau mandiri pangan dan mandiri energi,” tandas Bahlil.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia