Jumat, 15 Mei 2026

Redam Penurunan Okupansi Hotel, Pemprov Jakarta Bikin Banyak Kegiatan Publik

Penulis : Zhulfakar
28 Mei 2025 | 15:27 WIB
BAGIKAN
umpa pers penyelenggaraan Soundfest 2025 yang akan diselenggarakan 23-25 Mei 2025 mendatang di Gambir Expo Kemayoran Jakarta yang penyelenggaraan jumpa persnya dilaksanakan di Halte Trans Jakarta Astra Bundaran HI Jakarta, Kamis, 15 Mei 2025. (Beritasatu.com/Chairul Fikri)
umpa pers penyelenggaraan Soundfest 2025 yang akan diselenggarakan 23-25 Mei 2025 mendatang di Gambir Expo Kemayoran Jakarta yang penyelenggaraan jumpa persnya dilaksanakan di Halte Trans Jakarta Astra Bundaran HI Jakarta, Kamis, 15 Mei 2025. (Beritasatu.com/Chairul Fikri)

JAKARTA, investor.id – Gubernur Jakarta Pramono Anung terus berupaya menjaga tingkat hunian hotel di Jakarta melalui berbagai kegiatan publik. Hal ini sebagai respons menurunnya tingkat okupansi hotel di Jakarta.

“Kami di Jakarta dengan sekuat tenaga untuk menahan supaya tingkat huniannya itu tidak terus-menerus turun. Alhamdulillah di Jakarta sekarang masih bisa terjaga lah,” katanya kepada awak media setelah membuka acara Balairung Sedaya di Singosari Room, Hotel Borobudur pada Selasa (28/5/2025).

Pramono menjelaskan salah satu strategi utama adalah menghidupkan kota melalui beragam acara musik, olahraga, hingga festival. Menurutnya, acara-acara tersebut membawa dampak positif bagi pelaku UMKM dan industri perhotelan.

ADVERTISEMENT

“Contohnya festival musik, olahraga, maraton, setiap hari ada. Itu memberikan dampak yang sangat positif bagi UMKM dan sekaligus bagi hotel,” ungkapnya.

Dirinya mencontohkan gelaran Soundfest di Kemayoran pada pekan lalu yaitu 23-25 Mei 2025. Gelaran ini berhasil menarik 60 ribu penonton selama tiga hari. 

“Mungkin sekitar 40% orang pendatang, bukan orang Jakarta. Dan mereka butuh hotel, mereka butuh tempat dan sebagainya,” bebernya.

Selain itu, Pramono mengungkap Jakarta akan menggelar tiga acara lari besar di bulan Juni, termasuk Jakarta International Marathon. “Itu intinya adalah supaya tetap aktivitasnya tinggi, hotelnya laku,” pungkasnya.

Sebelumnya, PHRI Jakarta merilis survei pada Senin (26/5/2025) mengenai penurunan tingkat hunian. Survei yang dilakukan pada April 2025 kepada anggotanya, tercatat 96,7% hotel di Jakarta melaporkan turunnya okupansi. 

Hal tersebut berimbas pada banyak pelaku usaha yang terpaksa melakukan berbagai strategi efisiensi dan pengurangan karyawan.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia