Jumat, 15 Mei 2026

Mentan Amran Ungkap Modus Mafia Beras Naikkan Harga

Penulis : Muhammad Farhan
3 Jun 2025 | 17:58 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memaparkan data produksi beras dalam jumpa pers di kantor Kementan, Selasa (3/6/2025).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memaparkan data produksi beras dalam jumpa pers di kantor Kementan, Selasa (3/6/2025).

JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman geram dengan ulah mafia beras yang coba-coba memainkan harga di tengah stok beras yang melimpah. Hal ini diketahui lantaran adanya kejanggalan data stok beras yang keluar di Food Station Tjipinang atau Pasar Induk Beras Cipinang (PBIC).

Data pada tanggal 25 Mei 2025 tercatat beras keluar sebanyak 11.410 ton, padahal data rata-rata pengeluaran PBIC sebanyak 2.000-3.000 ton per hari. 

Amran menilai, kejanggalan data ini diduga merupakan modus mafia beras yang ingin meraup keuntungan pribadi. Salah satunya dengan mengerek kenaikan harga beras.

ADVERTISEMENT

"Kemarin begitu mengatakan naik (harga beras eceran), aku cek. Sekarang tidak ada lagi alasan, dulu ada alasannya," jelas Amran saat jumpa pers di kantor Kementan, Selasa (3/6/2025).

Dia bahkan menyebutkan, tindakan yang merugikan masyarakat berupa harga naik di tengah produksi beras tinggi, dilakukan melalui sejumlah modus.

"Kalau stok Bulog kurang, impor. Paham? Ini dimainkan, kalau stok kita tidak banyak, apa yang terjadi? Pasti minta impor kan? Benar gak? Apa mau minta impor? Dengan kondisi kita stok 4 juta ton," ungkap Amran. 

Amran bahkan mengungkapkan modus para mafia beras tersebut juga menyasar agar diturunkannya stok beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Dia menerima laporan dari jajarannya, apabila beras SPHP diturunkan nantinya digunakan untuk dicampur dengan beras lokal.

“(Setelah diblending) baru dijual mahal. Ini kan gak benar ini yang begini-begini," imbuh Amran.

Diketahui, Produksi beras di Indonesia tercatat mengalami peningkatan mencapai 14,49% atau sekira 21,76 juta ton. Hanya saja, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras malah mengalami kenaikan menjadi Rp 13.735 per kilogram (kg) dan Rp 14.748 per kg di tingkat grosir dan eceran pada bulan Mei 2025. 

Mentan Amran Sulaiman pun heran dengan anomali kenaikan harga beras saat stoknya sedang melimpah. Dia pun berencana untuk melakukan investigasi pada anomali ini, apalagi harga rata-rata di tingkat penggilingan mengalami peurunan.

"Karena data BPS sudah rilis. Di penggilingan, penggilingan itu identik, dekat dengan petani, di hulu. Kenapa di pengecer naik?” kata Mentan.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 17 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia