Jumat, 15 Mei 2026

Minat Beli Masih Tinggi, Bisnis Hunian Mewah di Bali Masih Menjanjikan

Penulis : Emanuel Kure
7 Jun 2025 | 12:30 WIB
BAGIKAN
Peletakan batu pertama kawasan hunian mewah di V Residence, di Kuta, Bali. (Foto: IST)
Peletakan batu pertama kawasan hunian mewah di V Residence, di Kuta, Bali. (Foto: IST)

JAKARTA,investor.id-Di tengah isu lesunya perputaran ekonomi di Indonesia, pengembangan properti di Bali masih dilirik pebisnis maupun pribadi. Dengan citra pulau dewata yang mendunia, memiliki properti di Bali untuk sebagai hunian atau bisnis, menjadi alasannya.

Kendati demikian, pebisnis juga harus melakukan inovasi yang memiliki nilai saing. Hal itu diakui pula oleh pengusaha properti di Bali, Dino Dinata.

Saat ini, ia bahkan sedang mengembangkan kawasan V Residence, sebuah kawasan hunian mewah di Kuta yang merupakan kawasan strategis di Bali. Ini merupakan hunian mewah dengan kelas yang tinggi, sehingga menjanjikan eksklusifitas kepada pemiliknya.

ADVERTISEMENT

Dino mengaku tidak khawatir dengan kebijakan efisiensi atau kondisi ekonomi yang agak menurun, yang berdampak terhadap daya beli masyarakat. Menurutnya justru saat ini waktu yang tepat untuk investasi properti karena nilainya akan naik tinggi ketika ekonomi sedang naik.

"Sekarang adalah momentum bagus bagi konsumen untuk berinvestasi. Mumpung unit eksklusif tersedia dengan harga hari ini, maka ke depan ketika ekonomi menanjak nilai rumah akan berlipat ganda. Apalagi kalau pembangunan transportasi massal yang dirancang Provinsi Bali jadi dan melewati lokasi ini," jelas Dino dalam keterangan persnya, dikutip Sabtu (7/6/2025).

Dino optimistis, konsumen akan mendapatkan keuntungan investasi yang besar dalam jangka panjang karena lokasi perumahan yang ditawarkan sudah bernilai tinggi, yakni Badung Selatan yang dekat dengan destinasi wisata seperti Nusa Dua, Jimbaran, Seminyak dan lainnya, kemudian dekat dengan bandara internasional.

“Kami membangun dengan luas lahan per unit antara 100 sampai 300 meter persegi. Kalau lebih banyak dari 56 unit, impresi eksklusif bisa berkurang, karena perumahan juga merupakan branding dan status sosial personal. Nilai ini yang kami pertahankan untuk dimiliki konsumen berselera tinggi,” ujar Dino.

Fasilitas yang bisa menarik minat konsumen yakni one gate system, CCTV, taman, smart home dan fasilitas penunjang di dalam rumah. Instalasi listrik yang rapi karena ditanam dalam tembok dengan jalur yang direncanakan detail.

Berhubung konsep bangunan sudah dirancang sampai urusan terkecil, Dino menyebut pembeli tidak perlu galau jika misalnya kelak ada bagian rumah ingin diperbaiki. Sebab, jalur untuk perbaikan sudah disediakan, sehingga tidak sampai mengganggu penghuni rumah ketika perbaikan dilakukan.


Dino juga menambahkan, bangunan menggunakan struktur bangunan dengan kualitas terjamin. Misalnya memakai tiang pancang yang kuat menahan guncangan gempa, material dengan harga dan mutu di atas rata-rata klaster perumahan lainnya.

“Minat masyarakat untuk memiliki hunian di Bali cukup tinggi, terutama hunian mewah yang nyaman, bebas banjir, berada di kawasan utama seperti Kuta, Nusa Dua atau Badung Selatan,” ungkap Dino.

Editor: Emanuel

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia