Pembangunan Infrastruktur Butuh Sistem Keamanan Berbasis Teknologi
JAKARTA, investor.id – Di tengah meningkatnya pembangunan infrastruktur strategis nasional, kebutuhan akan sistem keamanan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi menjadi semakin mendesak.
Menjawab tantangan tersebut, PT Nawakara Perkasa Nusantara (Nawakara) menegaskan komitmennya dengan menghadirkan layanan keamanan terintegrasi berbasis teknologi, SDM profesional, dan kepatuhan terhadap standar global. Sistem keamanan ini dirancang khusus untuk melindungi sektor vital, mulai dari pelabuhan, transportasi publik, hingga logistik nasional.
Deputy CEO & Transformation Nawakara, Satria Djaya Najamuddin mengatakan keamanan infrastruktur strategis memerlukan lebih dari sekedar pengawasan rutin. Perusahaan memahami bahwa keamanan infrastruktur strategis memerlukan pendekatan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dan adaptif terhadap dinamika risiko yang terus berkembang.
“Keamanan juga sudah harus sudah saling terintegrasi mulai dari fisik, metode dan juga digital. Nawakara sudah memiliki sistem itu semua,” kata Satria dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Selasa (10/6/2025).
Untuk lingkungan dengan cakupan luas dan aktivitas tinggi, Nawakara mengimplementasikan Integrated Security Solutions yang menyatukan keamanan fisik, teknologi cerdas, dan manajemen risiko dalam satu sistem terhubung.
“Melalui asesmen risiko berkelanjutan dan strategi mitigasi, Nawakara mampu mengidentifikasi titik-titik rawan dan merancang sistem perlindungan yang sesuai dengan kompleksitas masing-masing. Model ini tidak hanya dirancang untuk merespons insiden, tetapi juga mencegahnya sejak awal,” tambahnya.
Dengan dukungan teknologi mutakhir, mulai dari CCTV analitik, perimeter detection, akses biometrik, hingga command center real-time, Nawakara menyediakan pemantauan cepat dan analisis prediktif atas potensi ancaman.
Melalui sistem ini, Satria Djaya menambahkan, klien tidak hanya mendapatkan gambaran langsung atas situasi di lapangan, tetapi juga kemampuan untuk menganalisis pola ancaman secara prediktif. Teknologi ini mempercepat proses pengambilan keputusan dan memperkuat ketepatan tindakan mitigasi.
“Efektivitas pengamanan saat ini tidak lagi cukup hanya dengan menempatkan petugas di lapangan. Diperlukan sistem yang dapat menggabungkan keunggulan teknologi dan kecermatan manusia secara harmonis. Karena itu, kami berinvestasi pada sistem digital yang mampu memberikan visibilitas penuh kepada klien terhadap seluruh titik rawan di area infrastruktur mereka,” jelasnya.
Teknologi ini diperkuat oleh personel bersertifikat yang terlatih sesuai standar sektor infrastruktur. Mereka dibekali keahlian teknis dan pemahaman mendalam atas regulasi keamanan nasional dan K3.
Disisi lain, Nawakara turut mendukung berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui layanan pengamanan fase konstruksi hingga operasional. Solusi mencakup asesmen risiko, mitigasi ancaman internal dan eksternal, serta perlindungan aset fisik dan sistem kritis.
“Nawakara beroperasi dengan standar internasional seperti ISO 9001 (mutu layanan) dan ISO 45001 (keselamatan kerja), menjamin efektivitas layanan sekaligus memenuhi tanggung jawab hukum dan etika,” paparnya.
Beberapa mitra strategis yang mempercayakan keamanannya kepada Nawakara, diantaranya Schlumberger pada wilayah operasi Jakarta & Sumatera (sejak 2021), Bukit Makmur Mandiri Utama pada wilayah operasi Kutai Kartanegara & Kutai Timur (sejak 2021) dan Baker Hughes Indonesia pada wilayah operasi Duri, Prabumulih & Bengkalis (sejak 2022).
“Dengan menggabungkan inovasi teknologi, pengalaman bertahun-tahun di sektor lapangan, kualitas sumber daya manusia, dan kepatuhan terhadap standar internasional, Nawakara terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam sektor keamanan nasional. Komitmen ini menjadikan Nawakara bukan hanya penjaga infrastruktur hari ini, tapi juga arsitek keamanan masa depan,” tutup Satria Djaya.
Editor: Heru Febrianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






