Jumat, 15 Mei 2026

Impor Bawang Putih Ditekan, Hilirisasi Rumput Laut Dikebut

Penulis : Arnoldus Kristianus
12 Jun 2025 | 19:49 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan keynote speech pada International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di JICC, Senayan, Jakarta, Kamis (12/6/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan keynote speech pada International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di JICC, Senayan, Jakarta, Kamis (12/6/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah mencanagkan dapat meningkatkan secara signifikan produksi bawang putih, sebagai bagian dalam rangka mengurangi impor dan mencapai swasembada pangan secara menyeluruh. Selain itu, pemerintah juga berencana mendorong percepatan hilirisasi rumput laut guna meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, saat ini pemerintah memiliki Pusat Riset Genom di Danau Toba. Pusat riset ini terus meneliti komoditas-komoditas yang diolah sehingga memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“Target kami, satu hektar bisa menghasilkan 20 ton per hektar. Jadi kami bisa melakukannya dalam waktu tiga tahun, empat tahun. Kami bisa mengurangi impor bawang putih sangat banyak,” ucap Luhut dalam International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta International Convention Center pada Kamis (12/6/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, dengan target hasil 20 ton per hektare, pemerintah akan mengurangi impor bawang putih yang kini mencapai hampir US$ 800 juta per tahun dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Lebih lanjut, dengan adanya hilirisasi akan mengurangi impor komoditas tanaman dari negara lain. Untuk rumput laut pemerintah menjalin kerja sama dengan India. Rumput laut memiliki banyak manfaat terutama dalam menyerap karbon.

“Jadi Indonesia akan memainkan peran yang sangat penting dalam hal ini. Itulah sebabnya, sekali lagi, infrastruktur sangat penting,” kata dia.

Luhut menuturkan bahwa 62% penduduk Indonesia tinggal di daerah pesisir. Di daerah pesisir, kemiskinan menjadi masalah di sana. Dengan adanya kebijakan hilirisasi rumput laut diharapkan tingkat kemiskinan di pesisir bisa berkurang.

“Karena dalam pengembangan rumput laut, setelah 30 hari, Anda dapat memanen rumput laut. Jadi, masyarakat dapat membudidayakan ikan, dan lobster di sana. Jadi, masalah kemiskinan di daerah pesisir akan semakin berkurang,” tutur Luhut.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia