Integrasikan AI, Telkomsel Perluas Cakupan 5G di Batam
JAKARTA,investor.id- Operator telekomunikasi, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) terus mendorong penetrasi layanan teknologi generasi ke-5 (5G) di Batam, Kepulauan Riau. Saat ini, sebanyak 112 tower pemancar sinyal atau base transceiver station (BTS) telah menyelimuti wilayah Batam.
Layanan 5G yang telah diintegrasikan dengan teknologi artificial intelligence (AI) tersebut tersedia mulai dari kawasan Harbour Bay, Nagoya, dan sekitarnya, Batam Center dan Engkuputri, hingga area Nongsa dan Bandar Udara Internasional Hang Nadim.
Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna mengatakan, sejak menyalakan BTS seluler pertama Indonesia di Batam 30 tahun lalu, Telkomsel terus menjadikan kota Batam sebagai barometer kesiapan teknologi jaringan Telkomsel.
’’Hari ini, dengan ekspansi masif jaringan 5G yang sudah tersambung secara contiguous tanpa terputus di wilayah ini, kami berupaya memastikan agar manfaat jaringan 5G Telkomsel bisa dinikmati oleh semua orang, setiap rumah, dan kegiatan bisnis, sehingga secara strategis bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital,’’ kata Indra dalam keterangan persnya, Senin (16/6/2025).
Indra menyebut, penetrasi device 5G sudah mencapai hingga 23% dari total perangkat seluler di lokasi 5G Batam, dengan tingkat konsumsi internet rata-rata 24 GB per pengguna per bulan.
’’Berdasarkan network drive test internal, kecepatan unduh Hyper 5G di lokasi tertentu tercatat mencapai lebih dari 610 Mbps, hingga 4x lebih cepat dibanding 4G, kecepatan unggah lebih dari 100 Mbps, serta latensi hingga serendah 10 ms,’’ ungkap Indra.
Integrasi AI
Dalam penerapan layanan 5G di Batam, Telkomsel juga mengintegrasikan teknologi AI secara end-to-end untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan Hyper 5G, termasuk respons otomatis terhadap gangguan dan pengelolaan jaringan melalui kerangka kerja autonomous networks.
“Dengan pendekatan berbasis AI, Telkomsel menghadirkan kualitas layanan yang optimal bagi pelanggan di berbagai situasi, sekaligus memungkinkan pengalaman pelanggan terbaik kapan pun dan di mana pun, termasuk di titik-titik keramaian dan lokasi-lokasi strategis Hyper 5G,” tambah Indra.
Adapun keandalan Hyper 5G dengan latensi rendah juga mendukung layanan pelanggan berbasis AI, seperti pada AI-Based Customer Care Virtual Assistance oleh Telkomsel, yakni Asisten Virtual Veronika (B2C) dan Virtual Account Manager Ted (B2B).
“Terintegrasi dengan AI Service Operations Center, keduanya mampu merespons kebutuhan pelanggan secara cepat dan efektif, menghadirkan pengalaman layanan inovatif dan unggul di era digital 5G,” jelas Indra.
Tak hanya itu, kehadiran layanan 5G Telkomsel juga turut memungkinkan kehadiran solusi konektivitas terdepan bagi industri manufaktur, salah satunya melalui kolaborasi dengan PT Pegaunihan Technology Indonesia (bagian dari Pegatron Group) dalam implementasi jaringan 5G Private Network Standalone (SA) di smart factory Batam.
Melalui kerja sama ini, hingga 1.200 kartu SIM IoT Telkomsel terkoneksi dengan 5G, menghubungkan ribuan sensor dan mesin secara real-time, memungkinkan pemantauan kinerja, pengendalian proses produksi, serta pemeliharaan prediktif dengan latensi ultra-rendah.
Selain itu, Jaringan 5G Public Telkomsel juga turut mendukung mobilitas karyawan dan kolaborasi digital di seluruh area fasilitas.
“Dengan meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing bagi pelaku industri seperti Pegatron, Telkomsel menegaskan perannya sebagai product powerhouse Telkom Group dalam memperkuat ekosistem smart manufacturing nasional dan akselerasi industri 4.0 di Indonesia,” ucap Indra.
Editor: Emanuel
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






