Jumat, 15 Mei 2026

Pengembang Sebut Rumah Subsidi 18 Meter Persegi Tak Layak Huni

Penulis : Andi Maulana
17 Jun 2025 | 15:45 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat display contoh rumah subsidi yang telah diperkecil di Jakarta, Minggu (15/6/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Pengunjung melihat display contoh rumah subsidi yang telah diperkecil di Jakarta, Minggu (15/6/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah menggodok rencana perubahan ketentuan rumah subsidi, salah satunya dengan dengan memangkas luas bangunan dari 21 meter persegi (m²) menjadi 18 m². Sementara itu, luas tanah pun dikurangi drastis dari 60 m² menjadi hanya 25 m².

Rencana ini sontak menuai respons dari para pengembang, termasuk Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jawa Barat. Divisi hukum DPD Apersi Jawa Barat, Ujang Suhana menyampaikan, kuota rumah subsidi di wilayah Jawa Barat berkisar antara 20.000 hingga 23.000 unit yang tersebar di 27 kabupaten/kota. Menurutnya pembangunan rumah subsidi bukan perkara mudah.

“Spesifikasi bangunan, tipe, hingga harga jual sudah ditentukan oleh pemerintah. Pengembang tidak bisa serta merta membangun dengan model dan harga yang mereka kehendaki,” jelas Ujang dalam keterangannya pada Selasa (17/6/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, yang menjadi kendala adalah, proses perizinan yang rumit dan menjadi penghambat utama, terutama soal pembebasan lahan dan pemecahan sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Itu sangat menyulitkan, bahkan untuk rumah subsidi sekalipun,” ujarnya.

Pengembang mengaku khawatir atas rencana pemerintah memangkas luasan rumah subsidi. Selain berdampak pada kelayakan hunian, mereka juga menyangsikan minat konsumen. Dengan luas 18-25 m², perkiraan harga rumah yaitu Rp 105-110 juta dan cicilan perbulan Rp 600-700 ribu,

Sedangkan tipe 30-60 m² di wilayah Jawa Barat, diluar Jabodetabek dengan dipasarkan dengan harga sekitar Rp 166 juta dengan cicilan perbulan sekitar Rp 1 Juta. Dengan demikian, harga tak jauh berbeda namun punya pergedaan kelayakan hunian yang signifikan.

“itu sangat sempit. Sulit bagi keluarga kecil untuk merasa nyaman. Ini bisa jadi kontra-produktif terhadap misi menghadirkan hunian yang layak,” tambah Ujang.

Di sisi lain, Nela, warga perumahan grand mutiara, Desa blendung, Kecamatan Klari, Karawang Jawa Barat yang juga salah satu penghuni perumahan subsidi di Karawang mengaku memilih rumah tersebut karena lokasinya dekat dengan tempat kerja suaminya dan cicilannya masih terjangkau. Namun ia mengeluhkan buruknya fasilitas lingkungan.

“Drainase buruk, jadi kalau hujan sering banjir. Fasilitas umum pun minim. Kami berharap, meskipun ini rumah subsidi, jangan sampai pemerintah dan pengembang lepas tangan begitu saja,” keluh Nela. Apalagi, tingkat hunian di kompleks perumahannya sudah mencapai 80%.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia