Jumat, 15 Mei 2026

Dihantui Tren Penurunan dari Tahun ke Tahun, Pemerintah Yakin Lifting Tembus 605 Ribu Barel

Penulis : Bambang Ismoyo
26 Jun 2025 | 19:13 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Lapangan Banyu Urip, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Lapangan Banyu Urip, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis lifting minyak Indonesia bakal mencapai target sesuai asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025, yakni sebesar 605 ribu barrel of oil per day (BOPD).

Keyakinan itu sekaligus menyikapi realisasi lifting minyak RI kerap meleset dari target yang ditetapkan APBN dari tahu ke tahun.

Sebagai gambaran, pada tahun 2021 realisasi lifting senilai 660 ribu BOPD, padahal ditargetkan sebesar 705 ribu BOPD. Kemudian, pada 2022 ditargetkan 612 ribu BOPD, sementara targetnya 703 ribu BOPD. Begitu pula pada 2023 yang realisasi hanya 605 ribu BOPD, padahal targetnya 660 ribu BOPD.

ADVERTISEMENT

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan, meskipun demikian Pemerintah tetap optimis target lifting 605 ribu BOPD. Secara bertahap, Kementerian ESDM bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) akan melakukan peningkatan produksi untuk seluruh wilayah kerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di seluruh Indonesia.

“Kalau kita lihat rata-rata produksi pada tahun lalu sekitar 570 ribu barel per hari, ya berarti target produksi yang ditetapkan APBN, 605 ribu barel per hari akan bisa tercapai,” ungkap Yuliot di Lapangan Banyu Urip, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025).

Target itu, salah satunya akan dipacu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melalui Lapangan Banyu Urip Infill Clastic, Blok Cepu, Bojonegoro, Lapangan tersebut diproyeksi bisa menambah produksi minyak siap jual alias lifting menjadi 180 ribu BOPD. Adapun Blok Cepu sendiri telah berkontribusi sekitar 25% dari total produksi minyak nasional.

Diketahui, sebelumnya produksi minyak di Lapangan Banyu Urip sekitar 150 ribu BOPD. Dengan penambahan produksi tersebut, maka produksi minyak bumi di kawasan tersebut mencapai 170 ribu hingga 180 ribu BOPD. Adapun, tambahan 30 ribu BOPD ini berasal dari empat sumur baru yang ditajak pada tahun lalu.

Yuliot melanjutkan, pemerintah saat ini berupaya mewujudkan swasembada energi. Salah satunya, menggenjot produksi minyak dan gas domestik menembus angka 900 ribu hingga 1 juta BOPD pada tahun 2030 atau lebih cepat.

Dengan adanya peningkatan produksi di Blok Cepu, ia meyakini target Pemerintah 1 juta BOPD pada 5 tahun mendatang akan terwujud. “Beberapa tahun ke depan sesuai dengan target yang disampaikan oleh Bapak Presiden kita akan meningkatkan produksi pada tahun 2029 sekitar 900 ribu sampai dengan 1 juta barel per hari,” pungkasnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia