Dihantui Tren Penurunan dari Tahun ke Tahun, Pemerintah Yakin Lifting Tembus 605 Ribu Barel
JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis lifting minyak Indonesia bakal mencapai target sesuai asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025, yakni sebesar 605 ribu barrel of oil per day (BOPD).
Keyakinan itu sekaligus menyikapi realisasi lifting minyak RI kerap meleset dari target yang ditetapkan APBN dari tahu ke tahun.
Sebagai gambaran, pada tahun 2021 realisasi lifting senilai 660 ribu BOPD, padahal ditargetkan sebesar 705 ribu BOPD. Kemudian, pada 2022 ditargetkan 612 ribu BOPD, sementara targetnya 703 ribu BOPD. Begitu pula pada 2023 yang realisasi hanya 605 ribu BOPD, padahal targetnya 660 ribu BOPD.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan, meskipun demikian Pemerintah tetap optimis target lifting 605 ribu BOPD. Secara bertahap, Kementerian ESDM bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) akan melakukan peningkatan produksi untuk seluruh wilayah kerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di seluruh Indonesia.
“Kalau kita lihat rata-rata produksi pada tahun lalu sekitar 570 ribu barel per hari, ya berarti target produksi yang ditetapkan APBN, 605 ribu barel per hari akan bisa tercapai,” ungkap Yuliot di Lapangan Banyu Urip, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025).
Target itu, salah satunya akan dipacu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melalui Lapangan Banyu Urip Infill Clastic, Blok Cepu, Bojonegoro, Lapangan tersebut diproyeksi bisa menambah produksi minyak siap jual alias lifting menjadi 180 ribu BOPD. Adapun Blok Cepu sendiri telah berkontribusi sekitar 25% dari total produksi minyak nasional.
Diketahui, sebelumnya produksi minyak di Lapangan Banyu Urip sekitar 150 ribu BOPD. Dengan penambahan produksi tersebut, maka produksi minyak bumi di kawasan tersebut mencapai 170 ribu hingga 180 ribu BOPD. Adapun, tambahan 30 ribu BOPD ini berasal dari empat sumur baru yang ditajak pada tahun lalu.
Yuliot melanjutkan, pemerintah saat ini berupaya mewujudkan swasembada energi. Salah satunya, menggenjot produksi minyak dan gas domestik menembus angka 900 ribu hingga 1 juta BOPD pada tahun 2030 atau lebih cepat.
Dengan adanya peningkatan produksi di Blok Cepu, ia meyakini target Pemerintah 1 juta BOPD pada 5 tahun mendatang akan terwujud. “Beberapa tahun ke depan sesuai dengan target yang disampaikan oleh Bapak Presiden kita akan meningkatkan produksi pada tahun 2029 sekitar 900 ribu sampai dengan 1 juta barel per hari,” pungkasnya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






