Jumat, 15 Mei 2026

Kadin Desak Pemerintah Susun Ulang Kebijakan Ekspor Hadapi Ketegangan Geopolitik

Penulis : Zhulfakar
26 Jun 2025 | 22:48 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe, menjadi narasumber dalam program diskusi berita satu spesial dengan tema "Timur Tengah Membara, Susun Ulang Strategi Ekonomi Indonesia", yang diselenggarakan di kantor B-Universe, PIK 2, Tengerang, Banten, Kamis (26/6/2025). Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe, menjadi narasumber dalam program diskusi berita satu spesial dengan tema "Timur Tengah Membara, Susun Ulang Strategi Ekonomi Indonesia", yang diselenggarakan di kantor B-Universe, PIK 2, Tengerang, Banten, Kamis (26/6/2025). Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao.

TANGERANG, investor.id - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Ekspor Juan Permata Adoe mendorong pemerintah untuk lebih fleksibel dalam merespons tantangan geopolitik global. Salah satunya melalui penyusunan ulang kebijakan ekspor nasional.

Juan menilai kondisi global yang tidak menentu saat ini menuntut pemerintah untuk segera mempercepat upaya peningkatan ekspor. 

“Jadi kebutuhan perusahaan-perusahaan swasta yang ingin ekspor komoditas dipermudah perizinan, lokasi, dan produknya,” katanya usai menjadi narasumber dalam Beritasatu Spesial The Forum bertajuk Timur Tengah Membara, Susun Ulang Strategi Ekonomi Indonesia di Kantor B Universe PIK 2 pada Kamis (26/6/2025).

ADVERTISEMENT

Juan menekankan pentingnya ekspor pada sektor-sektor potensial seperti kelautan dan pertanian. Dirinya menilai hambatan regulasi menjadi salah satu pengganjal utama yang harus segera dibenahi.

Ia mencontohkan model ekspor agresif yang dijalankan Tiongkok yang mendorong ekspor berbagai komoditas. Tentunya dengan harga kompetitif yang tidak membebani pelaku usaha dengan aturan yang kompleks. 

Lebih lanjut, Juan menyarankan agar pendekatan kebijakan ekonomi nasional dibuat lebih adaptif dan tidak berlaku seragam di seluruh wilayah. Menurutnya, karakteristik daerah dari Aceh hingga Papua memerlukan perlakuan kebijakan yang berbeda.

“Itu yang disebut dengan hybrid economy di dalam kebijakan pemerintah, sehingga di Aceh kebijakannya beda, di Papua beda, itu tidak apa-apa. Yang penting adalah ekspor jalan,” ujarnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 43 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 53 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia