Indonesia Tawarkan Proyek Mineral Kritis dalam Negosiasi Perdagangan dengan AS
JAKARTA, investor.id – Pemerintah akan menawarkan investasi pada sektor mineral kritis (critical mineral) sebagai bagian dari negosiasi hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Khususnya dalam negosiasi tentang penerapan tarif balasan (resiprokal) yang diberlakukan AS ke sejumlah negara termasuk Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah terus melakukan sejumlah penjajakan dengan AS. Indonesia sudah memberikan penawaran kedua (second offer) ke pemerintah AS. Negosiasi dilakukan antara pemerintah dengan United States Trade Representative (USTR) dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent.
“Pemerintah Indonesia juga menawarkan critical mineral ke AS bersama Danantara untuk melakukan investasi dalam ekosistem critical mineral. Indonesia sendiri juga sudah mengatakan bahwa kebutuhan Indonesia untuk energi dan agrikultur sebagian juga akan diambil dari AS,” ujar Airlangga dalam konferensi pers pada Senin (30/6/2025).
Adapun masa penundaan pemberlakuan tarif akan berakhir pada 9 Juli 2025, tergantung pada perhitungan teknis dari pihak Amerika Serikat. “Pemerintah terus menjalin komunikasi, baik secara tertulis maupun langsung,” ujar Airlangga.
Pemerintah memandang bahwa kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam membangun kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan. Kedua pihak sepakat untuk mendorong solusi yang saling menguntungkan dengan mempertimbangkan nilai strategis dalam hubungan ekonomi bilateral kedua negara.
Saat ini, proses perundingan antara tim negosiator dari masing-masing pihak berlangsung secara intensif untuk menjajaki berbagai opsi permintaan dan penawaran yang diajukan.
AS sudah berinvestasi di mineral kritis di Indonesia mulai tahun 1967, melalui pendirian PT Freeport. Saat ini pemerintah akan mengembangkan mineral kritis dalam industri ekosistem kendaraan listrik (electronic vehicle/EV) hingga industri peralatan militer.
Baca Juga:
Perkuat Sinergi di Sektor Mineral Kritis“Sekarang yang kita tawarkan adalah ekosistem EV. Nah ekosistem EV itu terkait dengan nikel dan yang lain. Bagi Amerika tawaran Indonesia ini cukup menarik,” kata Airlangga.
Dia belum merinci tentang kelanjutan tentang investasi mineral kritis lebih lanjut yang akan dilakukan antara Indonesia-AS. “Untuk proyek spesifiknya (masih) dalam pembicaraan dengan AS, karena kita kan ini ada non-disclosure,” pungkas Airlangga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






