Jumat, 15 Mei 2026

Bahlil Rancang LPG 3 Kg Satu Harga

Penulis : Bambang Ismoyo
2 Jul 2025 | 17:31 WIB
BAGIKAN
Sejumlah warga antre membeli gas LPG 3 kilogram saat berlangsung operasi pasar murah di Kantor Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (15/6/2025). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Sejumlah warga antre membeli gas LPG 3 kilogram saat berlangsung operasi pasar murah di Kantor Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (15/6/2025). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk membuat aturan baru, terkait LPG Subsidi 3 Kg yang dapat dibeli masyarakat dengan harga seragam di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini diungkapkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, saat melakukan rapat kerja bersama Komisi XII DPR-RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (2/7/2025).

Bahlil mengungkapkan, distribusi LPG 3 Kg yang hingga kini terbilang belum sempurna, sehingga perlu penataan lebih lanjut. Ia pun mengusulkan nantinya akan ada kebijakan satu harga untuk barang subsidi yang dimaksud. Diketahui, saat ini harga LPG 3 Kg berbeda-beda di setiap wilayah Indonesia.

Nantinya, aspirasi ini akan dituangkan dalam revisi Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tabung 3 Kilogram atau revisi Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019. Bahlil juga tak menutup ruang merancang aturan baru yang untuk mengakomodasi LPG 3 Kg satu harga.

ADVERTISEMENT

Aturan yang dimaksud akan mengatur distribusi LPG 3 Kg dapat semakin tepat sasaran, diterima hanya untuk masyarakat yang berhak. Selama ini, distribusi LPG 3 Kg kerap ‘bocor’ karena sering dinikmati oleh kalangan masyarakat menengah-atas.

“Untuk LPG 3 Kg, ini Perpres lagi kita bahas, kita akan ubah beberapa metode agar kebocoran ini tidak terjadi... Termasuk harga yang selama ini yang diberikan kepada daerah. Ini nanti kemungkinan kita tentukan satu harga, agar tidak ada gerakan tambahan di bawah,” terangnya.

Bahlil mengungkapkan, jumlah anggaran yang dikucurkan pemerintah melalui subsidi LPG mencapai Rp 80–87 triliun per tahun. Tujuannya agar masyarakat menengah ke bawah dapat menikmati LPG 3 Kg dengan harga yang murah.

Namun, dengan adanya rantai distribusi yang panjang dan penataan distribusi yang kurang sempurna, harga LPG 3 Kg pun cenderung menjadi mahal ketika dibeli oleh masyarakat. “Ini kalau harganya dinaikkan terus, harapan negara dengan realita yang terjadi tidak sinkron,” ujar Bahlil.

Pada kesempatan itu, Bahlil juga menyampaikan usulan menyangkut kuota LPG 3 Kg untuk tahun 2026 sebesar 8,31 juta metric ton (MT). Angka itu merujuk pada angka kuota dan realisasi APBN 2024 yang sebesar 8,23 juta MT dan kuota pada APBN 2025 sebesar 8,17 juta MT.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 31 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia