Jumat, 15 Mei 2026

Nasib Impor Minyak dari AS Menunggu Hasil Negosiasi Tarif

Penulis : Bambang Ismoyo
14 Jul 2025 | 18:01 WIB
BAGIKAN
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/7/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/7/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Indonesia berencana menggelontorkan US$ 15 miliar untuk belanja komoditas energi dari Amerika Serikat (AS), sebagai bagian dari penawaran penyeimbangan neraca perdagangan dalam negosiasi tarif. Namun demikian, penawaran itu bisa saja tak terealisasi jika negosiasi berakhir gagal.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia menyampaikan, pihaknya telah mengalokasikan US$ 10-15 miliar untuk belanja komoditas energi dari AS. Hanya saja, rencana itu dimaksudkan jika AS berkenan menurunkan tarif bea masuk.

Seperti yang diketahui, Presiden AS Donald Trump dalam suratnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin (7/7/2025) menyatakan bakal mengenakan tarif bea masuk sebesar 32% untuk produk-produk Indonesia yang masuk ke AS. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Agustus 2025 mendatang.

ADVERTISEMENT

Bahlil mengungkapkan, ada kemungkinan keputusan impor komoditas energi dari AS dibatalkan apabila AS tak sepakat untuk menurunkan kebijakan tarif untuk RI. Meski ada kemungkinan tersebut, ia meminta publik dan seluruh pihak untuk menunggu keputusan resmi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto selaku Ketua Tim Negosiasi.

“Tapi kalau enggak, berarti kan enggak ada deal dong. Nanti kita lihat lagi ya,” ujar Bahlil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/7/2025).

Dia menenangkan, saat ini Kementerian ESDM masih menunggu proses negosiasi, sehingga belum dapat memastikan perihal impor komoditas minyak ke AS. Penjelasan lebih rinci mengenai proses dan penyelesaian negosiasi akan disampaikan pemerintah melalui Menko Airlangga.

“Kemarin saya belum tahu perkembangan terakhir, karena yang akan ngomong itu adalah Pak Menko sebagai Ketua,” demikian ungkap Bahlil.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia