Jumat, 15 Mei 2026

Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Prioritas dalam RAPBN 2026

Penulis : Addin Anugrah Siwi
24 Jul 2025 | 22:40 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Jazilul Fawaid menyampaikan laporan hasil pembahasan pada Rapat Paripurna DPR Ke-25 Masa Sidang IV Tahun Sidang 2024-2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/7/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Jazilul Fawaid menyampaikan laporan hasil pembahasan pada Rapat Paripurna DPR Ke-25 Masa Sidang IV Tahun Sidang 2024-2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/7/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah dan DPR RI menetapkan ketahanan energi dan pangan sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Fokus ini diarahkan untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan produktivitas, serta melindungi kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan nelayan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Pemerintah berkomitmen mengalokasikan belanja negara secara lebih terarah untuk mendukung sektor-sektor strategis, termasuk ketahanan pangan dan energi.

“Bidang ketahanan pangan diarahkan untuk mendorong produktivitas pangan, stabilitas harga pangan dan kesejahteraan petani/nelayan,” ucap Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Jazilul Fawaid dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI yang digelar di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (24/7/2025).

ADVERTISEMENT

Selain itu, ketahanan energi juga menjadi perhatian utama. Pemerintah akan mengarahkan belanja untuk peningkatan lifting minyak dan gas bumi, pengendalian harga energi domestik, serta mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Sebelumnya DPR RI telah mengesahkan postur RAPBN 2026 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 dalam sidang paripurna. Dalam RAPBN 2026 pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2–5,8%, inflasi 1,5–3,5%, dan defisit anggaran yang tetap terjaga di level 2,48–2,53% dari PDB.

Dalam pidatonya Jazilul menyampaikan harapannya terhadap implementasi RAPBN 2026.

“Pemerintah akan menempuh berbagai langkah serta upaya kebijakan dan program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baik dari sisi pengeluaran maupun sisi produksi, termasuk dukungan melalui program pembangunan daerah,” pungkas Jazilul.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia