Jumat, 15 Mei 2026

Mengubah Gunung Sampah Jadi Sumber Energi Terbarukan

Penulis : M. Awaludin
27 Jul 2025 | 21:15 WIB
BAGIKAN
Pekerja memilah sampah untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif di PLTU Jeranjang, NTB, pada Minggu (27/7/2025). (B-Universe Photo/M. Awaludin)
Pekerja memilah sampah untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif di PLTU Jeranjang, NTB, pada Minggu (27/7/2025). (B-Universe Photo/M. Awaludin)

LOMBOK BARAT, investor.id – Melalui program pemanfaatan biomassa sebagai bahan co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, NTB tidak hanya berambisi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan, tetapi juga mendukung target bauran energi terbarukan nasional yang ambisius.

Ini adalah kisah kolaborasi strategis yang melibatkan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kebon Kongok.

Program tersebut merupakan manifestasi nyata dari komitmen daerah untuk mengatasi masalah sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi. Dari tumpukan sampah yang tadinya hanya menjadi beban, kini muncul harapan baru sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Kepala UPT TPA Kebon Kongok, Radyus Ramli Hindarman menjelaskan, gagasan ini bermula pada awal 2020 dengan program bernama Jeranjang Olah Sampah Setempat (JOSS).

ADVERTISEMENT

“Ini sebenarnya inisiatif dari PT PLN, kemudian dilakukanlah penelitian dan pengembangan. Awalnya, JOSS berfokus pada produksi Solid Recovered Fuel (SRF) dan berupaya menciptakan Refuse Derived Fuel (RDF),” ungkap Radyus, Minggu (27/7/2025).

Dua tahun berselang, tim peneliti melakukan berbagai uji coba untuk menemukan komposisi yang paling tepat dan dapat diterima oleh PLTU. Proses litbang (penelitian dan pengembangan) ini menjadi krusial untuk memastikan biomassa yang dihasilkan memenuhi standar teknis PLTU dan memberikan efisiensi yang optimal.

“Hasil litbang terakhir menunjukkan bahwa PLTU tidak dapat mengakomodir RDF sepenuhnya. Komposisi sampah yang bisa ditangani oleh burner PLTU adalah 95% sampah organik seperti daun dan ranting, serta 5% sampah non-organik,” jelas Radyus.

Perbedaan mendasar antara RDF dan SRF terletak pada tingkat homogenitas bahan. RDF cenderung lebih heterogen, mencakup berbagai jenis sampah termasuk plastik dan tekstil, yang kemudian diolah menjadi briket atau pellet. Sementara itu, SRF lebih homogen secara material, berfokus pada bahan-bahan dengan nilai kalori tinggi yang konsisten untuk menghasilkan biomassa.

Mengubah Gunung Sampah Jadi Sumber Energi Terbarukan
Pekerja memilah sampah plastik untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif di PLTU Jeranjang, NTB, pada Minggu (27/7/2025). (B-Universe Photo/M. Awaludin)

Dalam konteks PLTU Jeranjang, fokus dijalankan pada sampah organik dengan persentase kecil non-organik. Ini menjadikan produk yang dihasilkan memiliki karakteristik SRF yang lebih sesuai dengan kebutuhan PLTU.

Kesuksesan program ini tidak lepas dari kerja sama erat berbagai pihak. Radyus menambahkan bahwa selama fase litbang, ada Nota Kesepahaman (MOU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi NTB, PLN, dan semua pihak yang terlibat dalam penelitian.

“Semua peralatan listrik, semua bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat BBJP atau biomassa itu disediakan oleh PLN. TPA hanya menyediakan tenaga saja,” ujar Radyus.

Selain itu, bantuan juga datang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2024. PLTU Jeranjang telah mendapatkan bantuan berupa peralatan pencacah, mesin splitter, mesin primalis reader, hingga mesin penghalus. “Sekarang, batang pohon pun bisa kami olah di sini,” ujar dia.

Namun demikian, salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah di TPA adalah kondisi sampah yang masuk seringkali tercampur. Pemilihan sampah terbilang masih memakan tenaga dan biaya yang besar. Kondisi ini membuat proses pemilahan awal menjadi sangat intensif dan memakan sumber daya.

Untuk mengatasi tantangan ini, UPT TPA Kebon Kongok telah mengusulkan solusi inovatif kepada pemerintah kabupaten/kota. “Kami menyampaikan kepada kabupaten/kota agar bahan-bahan sampah organik dan non-organik, seperti daun dan ranting yang sudah terpilah yang masuk TPA, tidak dikenakan kompensasi jasa pelayanan,” terang Radyus.

Mengubah Gunung Sampah Jadi Sumber Energi Terbarukan
Pekerja mencacah sampah sampah untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif di PLTU Jeranjang, NTB, pada Minggu (27/7/2025). (B-Universe Photo/M. Awaludin)

Selain itu, TPA Kebon Kongok juga proaktif dalam mengumpulkan bahan baku. Untuk sampah plastik, TPA langsung mengambil dan mengolahnya dengan cara dicacah saja. Pendekatan proaktif tersebut yang pada gilirannya tidak hanya membantu mengatasi masalah sampah di masyarakat, tetapi juga memastikan pasokan bahan baku yang konsisten untuk produksi biomassa.

“Masyarakat di sini, dari Narmada hingga Batulayar, Mataram, dan sekitarnya, jika selalu ada perantingan atau penebangan, bisa menghubungi kami untuk pengangkutan,” ajaknya.

Saat ini, kapasitas produksi biomassa di TPA Kebon Kongok mencapai 10 ton per hari, dengan kebutuhan bahan baku sekitar 5 ton per hari. Radyus menyebutkan, "Untuk PLN sebenarnya berapa besar kami produksi diterima. Kalau tidak salah, 5 persen bahan bakar dari batu bara itu untuk biomassa. Ini berarti jika PLTU Jeranjang membutuhkan 2.000 ton batu bara per hari, 5% atau sekitar 100 ton per hari harus dipasok dari biomassa,” tuturnya.

Meskipun demikian, produksi rata-rata saat ini masih sekitar 100 ton per bulan. Kendala utama dalam peningkatan produksi adalah pasokan bahan baku yang masih terbatas. “Sebenarnya tergantung pasokan bahan. Tapi target dari PLN memang kami diminta untuk meningkatkan kapasitas produksi, cuma kami terkendala pasokan bahan,” imbuhnya.

Dengan volume sampah yang masuk ke TPA setiap hari sekitar 350 ton, potensi bahan baku sebenarnya sangat besar. Namun, diperlukan sistem pemilahan yang lebih efektif di hulu untuk memaksimalkan pemanfaatan sampah menjadi energi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 35 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia