INACA Gelar Indonesia Aero Summit 2025, Ini Isu yang Dibahas
JAKARTA, investor.id - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional (Indonesia National Air Carriers/INACA) membeberkan isu-isu yang dihadapi dalam dunia penerbangan nasional dan global melalui Indonesia Aero Summit (IAS).
Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatdmaja, mengatakan, isu-isu penting yang menjadi pembahasan global dan menjadi isu nasional di antaranya pengembangan sumber daya manusia dan pemanfaatan artificial intelligent (AI), pengembangan Maintenance Repair and Overhaul (MRO), serta pengembangan penerbangan berkelanjutan (aviation sustainability).
“Indonesia pada tahun 2024 mempunyai 101,8 juta penumpang domestik dan internasional serta menyumbang 30% dari total pangsa pasar penerbangan Asia Tenggara. Data ini adalah pertanda bahwa Indonesia bukan hanya pasar yang patut diperhatikan, tetapi Indonesia adalah pasar yang harus memimpin dan dikembangkan,” ujar Denon.
Denon menjelaskan, penerbangan adalah salah satu instrumen paling efisien untuk mempersatukan bangsa Indonesia dan membawa layanan penting, peluang, serta berkontribusi pada pertumbuhan di daerah terpencil yang seharusnya mendapatkan kemudahan akses. Dengan meningkatkan konektivitas, penerbangan dapat menjembatani kesenjangan pembangunan, mendukung desentralisasi, dan memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal.
Selain itu penerbangan juga dapat memainkan peran strategis dalam meningkatkan daya saing komoditas lokal, dan berfungsi sebagai katalisator bagi pembangunan ekonomi lokal. Dengan konektivitas komprehensif hub dan spoke yang akan mendukung logistik dan rantai pasokan terintegrasi, sektor penerbangan dapat menghubungkan produsen lokal di Indonesia ke pasar internasional.
"Peluang yang belum tereksplorasi seperti misalnya perikanan di Kalimantan Utara hingga petani kopi di Toraja, dengan visi ini akan memungkinkan mereka untuk memasuki pasar yang lebih luas, memungkinkan penciptaan nilai, pertumbuhan ekspor, dan mengembangkan pembangunan ekonomi pedesaan," ucapnya.
Denon Prawiraatmadja menambahkan bahwa INACA telah menginisiasi Kolaborasi Pentahelix, yaitu eksplorasi kerjasama pemerintah, kalangan bisnis, akademisi, media, dan masyarakat untuk mendorong industri penerbangan nasional yang lebih efisien dan produktif.
"Pendekatan kolaboratif tersebut adalah kunci untuk memanfaatkan beragam keahlian dan sumber daya demi pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan memperkuat hubungan antar stakeholder ini akan memastikan bahwa ekosistem penerbangan menjadi sarana untuk memajukan industri-industri lokal Indonesia dan memberdayakan ekonomi regional," pungkasnya.
Editor: Ichsan Amin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler


