Panas Bumi Kunci Transisi ke Energi Bersih
JAKARTA, investor.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyatakan optimisme tinggi terhadap target Indonesia mencapai energi bersih dan net-zero emission (NZE) pada tahun 2060. Energi panas bumi atau geotermal diyakini sebagai sumber daya strategis dan berkelanjutan untuk masa depan Indonesia.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO, Edwil Suzandi menyatakan bahwa geotermal memiliki potensi luar biasa karena mampu menjadi baseload—sumber energi yang dapat menyuplai listrik secara stabil tanpa tergantung pada kondisi cuaca.
“Geotermal adalah baseload, artinya bisa menyanggah sistem kelistrikan secara terus-menerus. Tidak seperti surya atau angin yang fluktuatif, geotermal terus menghasilkan energi sepanjang waktu,” ujar Edwil dalam Energi Mineral Festival (EMF) 2025 di Hutan Kota by Plataran, Selasa (29/7/2025).
Sebagai bagian dari energi baru terbarukan (EBT), geotermal dinilai unik karena bersifat stabil dan terus berproduksi tanpa gangguan faktor eksternal. Hal ini menjadikannya pilar penting dalam mewujudkan transisi energi sekaligus menjaga ketahanan energi nasional (energy security).
Edwil menegaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan besar dalam hal ini. Energi panas bumi di Indonesia merupakan terbesar ke dua di seluruh dunia. “Cadangan geotermal kita nomor dua terbesar di dunia. Ini adalah sumber daya lokal yang luar biasa dan bisa kita manfaatkan untuk masa depan bangsa,” katanya.
Saat ini, energi fosil seperti batu bara dan gas masih menjadi tulang punggung kelistrikan nasional. Namun, menurut Edwil, peran tersebut bisa secara bertahap digantikan oleh energi panas bumi. Sementara itu, gas bisa dialihkan untuk sektor hilirisasi seperti industri petrokimia dan manufaktur berat lainnya.
“Dengan memaksimalkan geotermal untuk listrik, kita bisa mengalihkan gas ke sektor-sektor industri strategis. Ini akan menciptakan efisiensi dan daya saing,” tambahnya.
Indonesia yang termasuk dalam “ring of fire” atau cincin gunung api dunia menjadi lokasi ideal untuk pengembangan geotermal. Edwil menyebut potensi besar ini membentang dari ujung barat hingga timur Indonesia. Beberapa wilayah yang disebut antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Lampung, Jawa Barat, Banten, Nusa Tenggara Barat dan Timur, hingga Sulawesi Utara.
“Dengan potensi besar ini, geotermal tidak hanya menyuplai energi bersih, tapi juga menciptakan ekonomi lokal baru di daerah-daerah tersebut,” jelas Edwil.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






