Jumat, 15 Mei 2026

Dilema Listrik Murah

Penulis : Akmalal Hamdhi
31 Jul 2025 | 19:11 WIB
BAGIKAN
Staf Khusus Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral. Muhammad Pradana Indraputra. (Investor Daily/David Gita Roza)
Staf Khusus Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral. Muhammad Pradana Indraputra. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah menghadapi dilema dalam transisi energi bersih. Penyediaan listrik khususnya yang berasal dari sumber energi baru terbarukan (EBT) harus terjangkau bagi masyarakat, namun jangan sampai mematikan industri.

Staf khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), M. Pradana Indraputra mengungkapkan situasi dilematis yang dihadapi pemerintah dalam upaya transisi ke energi bersih. Di satu sisi, pemerintah harus memastikan listrik murah untuk masyarakat. Tapi di sisi lain, kebijakan juga jangan sampai menekan bisnis pelaku usaha.

Pradana menjelaskan, sudah menjadi kepentingan pemerintah untuk menekan harga listrik supaya terjangkau oleh masyarakat. Bukan hanya murah, pemerintah juga harus memastikan ketersediaan listrik mudah diaksesuntuk seluruh masyarakat Indonesia.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pengembang punya hak memperoleh keuntungan sebagai badan usaha dalam penyedia listrik, terutama yang berbasis EBT. Jika harga listrik terlalu rendah, maka bisa mengancam keberlangsungan usaha.

Pelaku usaha harus menanggung biaya produksi yang tidak berubah, walau harga listrik ditekan oleh pemerintah. Selain itu, harga listrik yang terlalu ditekan dapat menghalangi investor masuk ke sektor EBT karena tidak menguntungkan.

“Jadi ini kita perlu cari titik tengahnya. pemerintah tetap konsisten menyediakan energi cukup, energi murah untuk semuanya, sembari transisi ke energi bersih,” kata Pradana dalam acara Investor Daily Talk di Studio Mini Hutan Kota Plataran Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa pemerintah terus mendorong pelaku usaha supaya mengadopsi inovasi teknologi. Selain itu, pemerintah mendorong peningkatan konsumsi listrik secara massal (mass consumption) masyarakat.

Kendati demikian, Pradana memandang bahwa transisi energi bersih sudah berjalan dan konsisten diupayakan pemerintah. Wujud nyata komitmen pemerintah yakni Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang menargetkan 70% kapasitas pembangkit listrik baru berasal dari sumber terbarukan.

“Secara teknis menteri ESDM telah mengesahkan RUPTL rencana 10 tahunan. ini menjadi bukti nyata bahwa kita konsisten mengusung energi bersih menuju Indonesia yang berkelanjutan untuk Indonesia lebih hijau,” sebut Pradana.

Ia menambahkan, pemerintah melalui Kementerian ESDM terus berprogres untuk melakukan pensiun dini salah satu PLTU terbesar di Indonesia. Selain itu, tak dapat dipungkiri masih banyak PLTU beroperasi, namun perkembanganya tidak signifikan dibandingkan energi terbarukan.

“PLTU memang masih ada, tapi penambahan tidak signifikan kalau dibandingkan rasio pertumbuhan dengan renewable energy yang jauh sekali,” pungkas Pradana.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia