Jumat, 15 Mei 2026

1,2 Juta Keluarga Belum Nikmati Listrik

Penulis : Herman
1 Aug 2025 | 18:53 WIB
BAGIKAN
(kiri ke kanan) Koordinator Rencana dan Laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eri Nurcahyanto, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melky Laka Lena, Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri, dan Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly menjadi narasumber, dalam Special Session bertajuk "Habis Gelap Terbitlah Terang: Upaya dan Inovasi Pemerintah Terangi Desa" Terpencil di acara Energi Mineral Festival 2025 di Plataran Senayan, Jakarta, Kamis (31/7/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
(kiri ke kanan) Koordinator Rencana dan Laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eri Nurcahyanto, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melky Laka Lena, Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri, dan Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly menjadi narasumber, dalam Special Session bertajuk "Habis Gelap Terbitlah Terang: Upaya dan Inovasi Pemerintah Terangi Desa" Terpencil di acara Energi Mineral Festival 2025 di Plataran Senayan, Jakarta, Kamis (31/7/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan masih ada sekitar 1,2 juta rumah tangga yang belum menikmati listrik. Hal tersebut mengingat masih terdapat gap dari pencapaian rasio elektrifikasi atau tingkat akses masyarakat terhadap listrik PLN hingga triwulan I-2025 yang sudah sebesar 98,5%.

Koordinator Rencana dan Laporan Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto menyatakan, fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan rasio elektrifikasi melalui sambungan PLN agar masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang lebih berkelanjutan.

“Dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan, kita harus menyelesaikan itu. PR-nya tidak saja menyambung langsung ke PLN, tetapi infrastruktur listriknya juga harus disediakan, misalnya jaringan tenaga listrik dan pembangkit,” ujar Eri dalam acara Energi dan Mineral Festival 2025 di Hutan Kota by Plataran Senayan, Jakarta, Kamis (31/7/2025).

ADVERTISEMENT

Untuk mengejar target elektrifikasi penuh, pemerintah menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, perluasan jaringan PLN atau grid extension yang menyasar desa-desa dekat dengan jaringan distribusi existing. Strategi ini diprioritaskan untuk melistriki dusun yang belum berlistrik, menggantikan program listrik tenaga surya hemat energi (LTSHE), serta membuka akses listrik ke desa-desa yang selama ini menggunakan listrik non-PLN.

Kedua, pembangunan pembangkit dengan memanfaatkan potensi energi baru terbarukan (EBT) setempat. Pemanfaatan EBT ini ditujukan bagi daerah yang sulit dijangkau perluasan listrik PLN dan masyarakatnya bermukim secara berkelompok, seperti di daerah kepulauan.

Ketiga, penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) individu yang dilengkapi baterai untuk wilayah yang belum mendapat aliran listrik dan masyarakatnya tersebar, sehingga membangun jaringan listrik tidak dimungkinkan karena membutuhkan biaya yang sangat besar.

Eri menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan listrik di seluruh pelosok negeri agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan energi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia