Jumat, 15 Mei 2026

Perang Harga Semakin Sengit, Ini Tanggapan Honda

Penulis : Indah Ayu Pujiastuti
2 Aug 2025 | 15:50 WIB
BAGIKAN
Honda STEP WGN e:HEV dipamerkan pada GIIAS 2025, ICE BSD City, Tangerang, (Foto: Antara)
Honda STEP WGN e:HEV dipamerkan pada GIIAS 2025, ICE BSD City, Tangerang, (Foto: Antara)

JAKARTA,Investor.id -Perang harga mobil semakin sengit dengan hadirnya produk China berharga murah di GIIAS 2025. Honda Prospect Motor (HPM) melihatnya sebagai dinamika yang wajar dalam pasar otomotif yang semakin kompetitif. 

Sales & Marketing and Aftersales Director HPM Yusak Billy menjelaskan, bagi konsumen yang mencari mobil listrik dengan harga terjangkau, tentu ini bisa menjadi pilihan sesuai kebutuhan mereka, terutama di wilayah seperti Jakarta di mana infrastruktur mobil listrik sudah mulai berkembang. “Namun, kami percaya bahwa keputusan konsumen tidak hanya didasarkan pada harga, tetapi juga mempertimbangkan kualitas produk, layanan purna jual, hingga nilai jual kembali kendaraan tersebut,” ucap dia kepada Investor Daily, Jakarta, Sabtu (2/8/2025). 

Billy menjelaskan, dalam menghadapi tren harga yang kompetitif, strategi Honda di GIIAS tahun ini adalah menghadirkan pilihan produk yang relevan, terutama bagi pembeli mobil pertama, serta konsumen yang mulai mempertimbangkan elektrifikasi. Honda menawarkan program penjualan menarik yang memudahkan kepemilikan. “Kita juga  terus menekankan keunggulan Honda dalam hal kualitas produk, layanan purnajual yang terpercaya, dan resale value yang tinggi—faktor-faktor yang menjadi pertimbangan jangka panjang bagi konsumen,” ucap dia. 

ADVERTISEMENT

Sejauh ini, terang Billy, model yang paling banyak menarik perhatian pengunjung di booth Honda adalah Honda Brio, sebagai pilihan favorit pembeli pertama, serta lini hybrid seperti Honda HR-V dan Honda Step WGN e:HEV, yang memberikan pengalaman berkendara ramah lingkungan namun tetap menyenangkan.

Untuk target SPK di GIIAS 2025, saat ini pencapaiannya masih berada di level yang kurang lebih sama dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Namun, kami optimistis tren akan membaik di akhir pekan terakhir, seiring dengan meningkatnya traffic dan berbagai program penjualan yang kami hadirkan selama pameran berlangsung,” ujar dia. 

Sebelumnya, Seketaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menerangkan, pihaknya tidak menginginkan pasar otomotif Indonesia menjadi medan perang harga. Sebab, industri ini melibatkan jutaan tenaga kerja dan UMKM dalam rantai pasok otomotif. “Ini adalah industri yang sangat strategis dan penting sekali. Kita tidak ingin ini jadi medan perang harga. Harusnya bisa menjadi lahan untuk basis produksi industri kendaraan bermotor di kawasan Asean,” ujar dia. 

Kukuh menerangkan, jika tren ini dibiarkan tanpa kontrol, industri otomotif Indonesia bisa terjebak dalam kompetisi yang tidak sehat dan merugikan banyak pihak. "Kontribusi industri kendaraan bermotor menurun dan harus kita angkat kembali. Kami prihatin karena stagnasi ini sudah cukup lama," ucap dia. 

Gaikindo menekankan bahwa industri otomotif Indonesia harus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Kukuh menyayangkan strategi para produsen yang hanya fokus pada harga murah untuk menarik perhatian konsumen, tanpa memperhatikan aspek kualitas, inovasi teknologi, dan nilai tambah jangka panjang. 

Dia menerangkan, pendekatan harga rendah tanpa strategi bisnis yang kuat hanya akan menciptakan kompetisi semu yang merusak pasar. Sebaliknya, produsen otomotif diminta untuk menghadirkan produk dengan nilai diferensiasi, seperti efisiensi energi, teknologi ramah lingkungan, dan layanan purnajual yang mumpuni. “Konsumen juga kita imbau tidak hanya terpaku pada harga murah, melainkan juga melihat aspek keamanan, kualitas, serta keandalan layanan purna jual.” kata Kukuh. 

Editor: Leonard

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia