Jumat, 15 Mei 2026

Aniva Studio Loft Sold Out, Paramount Land Buka Tahap Baru

Penulis : Indah Handayani
16 Aug 2025 | 07:30 WIB
BAGIKAN
Paramount Land luncurkan Aniva Studio Loft tahap 6 di Gading Serpong, usai 5 tahap sold out pada masa pra-NUP.
Sumber; Ist
Paramount Land luncurkan Aniva Studio Loft tahap 6 di Gading Serpong, usai 5 tahap sold out pada masa pra-NUP. Sumber; Ist

JAKARTA, investor.id – Kawasan komersial Aniva Gading Serpong kembali menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu kawasan bisnis paling prospektif di Tangerang. Paramount Land resmi meluncurkan Grand Boulevard Aniva Studio Loft tahap ke-6, setelah produk ini ludes terjual dalam 5 tahap sekaligus pada masa pra-NUP (18 Juli–14 Agustus 2025).

Tingginya minat pasar bahkan membuat penjualan berstatus over-subscribed, di mana permintaan jauh melebihi ketersediaan unit. Peluncuran tahap baru ini dilakukan pada Jumat (15/8/2025) di Ballroom Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang.

Direktur Sales & Marketing Paramount Land Chrissandy Dave menegaskan, tingginya antusiasme konsumen membuktikan properti komersial masih menjadi pilihan utama investor maupun pelaku usaha.

ADVERTISEMENT

“Di tengah fluktuasi sektor properti, masyarakat semakin selektif memilih produk komersial. Respon pasar terhadap Grand Boulevard Aniva Studio Loft menjadi bukti kepercayaan terhadap Paramount Land yang konsisten membangun ekosistem bisnis jangka panjang,” jelas Chrissandy dalam keterangan pers, Jumat (15/8/2025).

Chrissandy menambahkan, keberhasilan Paramount Land mengembangkan kawasan komersial dengan okupansi tinggi, mulai dari Pisa Grande, Sorrento, Maggiore, Manhattan District, Hampton Square, hingga Aniva, tak lepas dari kolaborasi aktif dengan pemerintah dan swasta. Upaya pembukaan akses jalan baru serta penerapan sistem manajemen lalu lintas juga mendorong pertumbuhan investasi di kawasan ini.

Associate Director Sales & Marketing Paramount Land Ferry John menyebut, Aniva kini menjadi magnet bisnis dan kuliner dengan lokasi strategis di jantung Gading Serpong, dikelilingi lebih dari 30 klaster terhuni serta aksesibilitas tinggi.

“Produk ini memiliki unique selling point karena berada di gerbang utama koridor Aniva, diapit dua jalur penghubung Gading Serpong–BSD, serta terintegrasi dengan Pasadena Central District. Visibilitasnya sangat tinggi, membuatnya ideal untuk bisnis sekaligus investasi jangka panjang,” ujar Ferry.

Sementara itu, Direktur Planning & Design Paramount Land Henry Napitupulu menjelaskan, Grand Boulevard Aniva Studio Loft hadir dengan desain modern monokrom elegan. Bangunan terdiri dari 3 lantai dengan konsep double façade

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia