Jumat, 15 Mei 2026

Anggaran Siap, Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Elektrifikasi di Desa

Penulis : Prisma Ardianto
26 Aug 2025 | 18:10 WIB
BAGIKAN
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memberikan keterangannya di Istana Kepresidenan, Jakarta. (BPMI Setpres/Rusman)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memberikan keterangannya di Istana Kepresidenan, Jakarta. (BPMI Setpres/Rusman)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas evaluasi ekonomi 2025 dan kebijakan 2026, pada Senin (25/8/2025). Salah satu fokus utama yang diperintahkan presiden adalah percepatan program elektrifikasi di ribuan desa dan dusun yang belum teraliri listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan 5.700 desa dan 4.400 dusun akan segera dialiri listrik. Program ini ditargetkan selesai pada 2029-2030, dengan anggaran yang akan mulai dialokasikan pada perubahan anggaran 2025 dan APBN 2026.

“Tadi kami melaporkan kepada Bapak Presiden, ini urusan rakyat kecil di bawah ini gak bisa kita menghitung secara ekonomi. Jadi ini membutuhkan kehadiran negara. Bapak Presiden memerintahkan, langsung menganggarkan,” tegas Bahlil, seperti dikutip pada Selasa (26/8/2025).

Mengacu Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2026, Kementerian ESDM dirancang memperoleh kenaikan anggaran sebesar 86% dari outlook tahun 2025 sebesar Rp 4,36 triliun menjadi sebesar Rp 8,12 triliun untuk tahun 2026. Kenaikan utamanya diperuntukkan kepada program energi dan ketenagalistrikan sebesar Rp 4,05 triliun pada 2026, atau naik 106,8% dari outlook tahun 2025 yang sebesar Rp 1,96 triliun.

ADVERTISEMENT

Adapun jumlah desa rasio desa berlistrik (RDB) pada tahun 2024 sebesar 93,05%. Sementara rasio elektrifikasi (RE) nasional telah meningkat dari 98,9% pada tahun 2020 menjadi 99,8% pada akhir 2024.

Pemerintah juga merancang anggaran subsidi listrik mencapai Rp 104,65 triliun atau naik 17,5% apabila dibandingkan dengan outlook tahun 2025 yang sebesar Rp 89,08 triliun.

Peningkatan ini utamanya dipengaruhi oleh peningkatan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik serta peningkatan volume listrik bersubsidi. Kenaikan BPP tersebut disebabkan antara lian oleh: perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar; peningkatan pemaikaian bahan bakar biomassa untuk cofiring PLTU; dan kenaikan bauran energi BBM dalam rangka peningkatkan keandalan pasokan listrik khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kebijakan subsidi listrik tahun anggaran 2026 diarahkan kepada dua aspek. Pertama, subsidi listrik untuk rumah tangga diberikan kepada rumah tangga miskin dan rentan sesuai dengan DTSEN. Kebijakan tersebut akan disertai dengan penyesuaian tarif (tariff adjustment) untuk pelanggan non subsidi.

“Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan ketepatan sasaran agar subsidi diberikan kepada rumah tangga yang berhak,” demikian dijelaskan dalam dokumen tersebut.

Kedua, subsidi listrik diarahkan untuk mendorong transisi energi yang lebih efisien dan adil dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, fiskal, dan lingkungan. Pemerintah telah berkomitmen untuk mengurangi dampak emisi melalui penerapan pemanfaatan energi bersih dan ramah lingkungan.

Upaya tersebut dilakukan khususnya dengan transisi energi dari pemanfaatan energi yang berbasis fosil menuju energi baru dan terbarukan (EBT). Namun demikian, pemerintah menyadari bahwa kebijakan ini perlu dilakukan dengan hati-hati, termasuk mempertimbangkan berbagai aspek khususnya kondisi sektor ketenagalistrikan dan kemampuan fiskal.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia