Jumat, 15 Mei 2026

Ombudsman: Kenaikan Harga Gabah Belum Tentu Untungkan Petani

Penulis : Muhammad Farhan
26 Aug 2025 | 18:24 WIB
BAGIKAN
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika dalam diskusi di Gedung Ombudsman, Selasa (26/8/2025). (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika dalam diskusi di Gedung Ombudsman, Selasa (26/8/2025). (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)

JAKARTA, invesor.id – Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika menyatakan bahwa kenaikan harga gabah saat ini, yang mencapai Rp 7.400 hingga Rp 8.400 per kilogram, belum tentu menguntungkan para petani. Meskipun harga tersebut lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang sebesar Rp 6.500/kg, realitas di lapangan menunjukkan hal berbeda.

“Kalau kita tengok pada tahun lalu di periode yang sama (Agustus sampai akhir tahun) ya segituan juga,” jelas Yeka dalam diskusi di Gedung Ombudsman, Selasa (26/8/2025).

Berdasarkan hasil pemantauan langsung Ombudsman di Karawang, Jawa Barat, Yeka mendapati keluhan dari para petani. Ia bingung melihat para petani tersenyum ketus saat ditanya apakah harga gabah yang tinggi ini membuat mereka untung.

“Saya tanya lagi ke petani, kalau harga seperti itu untung dong? Tapi senyumnya petani malah ketus. Jadi saya bingung,” ungkap Yeka.

ADVERTISEMENT

Menurut Yeka, para petani menjelaskan bahwa harga jual gabah bukanlah satu-satunya patokan kesejahteraan. Mereka lebih menitikberatkan pada faktor-faktor lain, seperti modal produksi, kerugian akibat gagal panen sebelumnya, dan utang yang harus mereka bayar.

“Kata petani, ya Bapak jangan lihat sekarang. Bapak lihat dong produksinya berapa, kegagalan panen sebelumnya berapa, utang kami berapa? Jadi intinya di petani itu, harga itu bukan cerminan. Harga yang bagus belum tentu pendapatan mereka sejahtera,” terang Yeka.

Di sisi lain, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah berupaya menjaga kesejahteraan petani, salah satunya dengan memastikan harga pembelian gabah tidak turun di bawah Rp 6.500/Kg. Amran juga menyebut pemerintah berusaha keras menjaga agar petani sejahtera sekaligus konsumen senang.

Amran mengklaim bahwa stok beras saat ini tertinggi dan harga di pasaran lebih rendah dari tahun sebelumnya, menunjukkan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas. “Jaga kondisi yang baik ini. Stok kita saat ini tertinggi, harga sekarang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia