Jumat, 15 Mei 2026

Padi Hibrida Dongkrak Produktivitas dan Swasembada Beras

Penulis : Harso Kurniawan
28 Aug 2025 | 19:24 WIB
BAGIKAN
Peluncuran benih padi hibrida Ningrat. (ist)
Peluncuran benih padi hibrida Ningrat. (ist)

JAKARTA, Investor.id - Syngenta Indonesia meluncurkan benih padi hibrida Ningrat (NK2133), sebuah inovasi yang dikembangkan khusus untuk mendukung peningkatan produktivitas padi dan swasembada beras nasional. Peluncuran ini dilakukan di Pasuruan, Jawa Timur, sebagai respons strategis terhadap kebutuhan beras nasional yang terus meningkat.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika menyatakan, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, peluncuran benih padi hibrida ini menjadi langkah positif. Kemenperin mengapresiasi pengembangan industri benih padi di Indonesia guna memperkuat rantai pasok bahan baku industri pengolahan beras dan juga mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Ladiyani Retno Widowati menyampaikan peluncuran benih padi hibrida NK2133 menjadi bukti nyata bahwa inovasi di bidang pertanian terus berkembang. Kementan menyambut baik langkah Syngenta Indonesia dalam menghadirkan benih yang mampu mendukung peningkatan hasil panen petani sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan nasional.

ADVERTISEMENT

Indonesia, dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, memiliki tingkat konsumsi beras yang tinggi. Data Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan konsumsi beras per kapita pada 2024 mencapai 79,08 kilogram (kg). Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan varietas unggul untuk mendukung program swasembada beras dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

"Peluncuran Ningrat NK2133 menandai komitmen Syngenta Indonesia dalam membantu meningkatkan produksi beras nasional. Hadirnya benih padi hibrida ini juga akan membuka peluang bagi petani untuk memaksimalkan pendapatan dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional," ujar Nguyen Huy Cuong, customer business manager Field Crops Seeds Syngenta Indonesia, Kamis (28/8/2025).

Padi hibrida, kata dia, merupakan jenis padi yang dikembangkan dari persilangan dua varietas induk unggul yang akan menghasilkan hasil panen lebih tinggi. Di Indonesia, pengembangan padi hibrida ini telah dilakukan sejak tahun 1983, diperkenalkan pada tahun 2000 dan hingga saat ini sudah tersedia 100 lebih varietas padi hibrida di pasar.

Ningrat NK2133 menghadirkan tiga keunggulan utama, lebih bening, berat, dan Tangguh. Varietas ini menghasilkan gabah bening dengan malai panjang dan 230-300 bulir isi per malai, dengan produktivitas rata-rata 10,80 ton per hektare (ha) dan potensi hingga 13,9 ton per ha. Kualitas pengolahan yang tinggi ditunjukkan melalui rendemen pecah kulit 79,9%, rendemen beras giling 71%, dan rendemen beras kepala 72,34%.

Dalam acara yang sama, Syngenta Indonesia juga memperkenalkan peTani Apps, platform digital yang membantu petani mengoptimalkan hasil panen melalui panduan penggunaan produk dan persiapan tanam yang tepat.

"Kombinasi benih unggul NK2133 dan teknologi digital melalui peTani Apps mencerminkan komitmen kami dalam mendukung transformasi pertanian Indonesia menuju era yang lebih modern dan produktif," tambah Imam Sujono, seed marketing head Syngenta Indonesia.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia