Jumat, 15 Mei 2026

Mentan Amran: Stok Surplus 3,7 Juta Ton, Pasokan Beras Nasional Aman dan Terkendali

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
4 Sep 2025 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Harga beras kini melambung tinggi. (Istimewa)
Harga beras kini melambung tinggi. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Dalam tanggapannya terhadap gejolak harga dalam beberapa hari terakhir, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa kenaikan harga beras adalah sebuah anomali dan bukan disebabkan oleh kurangnya produksi. 

Mentan Amran memastikan, pasokan beras nasional dalam kondisi aman dan terkendali seiring dengan berlangsungnya panen raya di berbagai wilayah.

"Alhamdulillah, produksi beras kita aman. Ketahanan pangan kita cukup aman. Bahkan, kami mencatat surplus hingga 3,7 juta ton hingga Oktober ini, sesuai dengan data BPS. Ini adalah hasil kerja keras petani. Kenaikan harga ini anomali, dan kami akan perbaiki bersama," ujar Mentan Amran dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (4/9/2025).

ADVERTISEMENT

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengungkapkan, selama periode Agustus–Oktober 2025 potensi luas panen dan produksi gabah kering giling (GKG) menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam rilis Berita Resmi Statistik pada 1 September 2025, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Pudji Ismartini mencatat bahwa produksi padi pada periode Agustus-Oktober 2025 diperkirakan mencapai 15,80 juta ton GKG. Angka tersebut merupakan kenaikan 4,16% dari periode yang sama tahun lalu. Maka secara kumulatif, total produksi padi selama Januari hingga Oktober 2025 diperkirakan mencapai 53,87 juta ton GKG, atau meningkat 12,17%.

Kenaikan produksi ini didorong oleh bertambahnya luas panen yang signifikan, tersebar di 10 provinsi dan 10 kabupaten/kota dengan potensi luas panen tertinggi.

BPS juga mencatat, panen raya terkonsentrasi di sejumlah sentra produksi padi yang tersebar di 10 provinsi pada Agustus-Oktober 2025 dengan potensi terbesar  antara lain di Pulau Jawa yang mencakup Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat—serta Banten.

Adapun potensi panen di provinsi lain yaitu Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan.

Panen tersebut juga terjadi di 10 kabupaten/kota dengan potensi panen tertinggi pada September ini, di antaranya Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (potensi produksi GKG mencapai 235,57 ribu ton), Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Selatan (potensi produksi GKG mencapai 97,94 ribu ton), Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (potensi produksi GKG mencapai 113,46 ribu ton).

Program SPHP Dipastikan Terus Aktif

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 53 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia