Jumat, 15 Mei 2026

Suntikan Dana 200 T ke Bank Jadi Angin Segar untuk Pengusaha Fashion

Penulis : Nanda Andrianta
15 Sep 2025 | 11:27 WIB
BAGIKAN
Ketua Asosiasi Eco Pronter Indonesia (AEPI) Jatim, Lindawati (Beritasatu.com/Nanda Andrianta)
Ketua Asosiasi Eco Pronter Indonesia (AEPI) Jatim, Lindawati (Beritasatu.com/Nanda Andrianta)

SURABAYA, investor.id - Kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudha Sadewa terkait penyaluran dana Rp 200 triliun ke lima bank plat merah disambut baik oleh pengusaha sektor busana dan fashion.

Menkeu Purbaya sebelumnya menyampaikan, penyaluran dana ini bertujuan untuk memperkuat likuiditas bank agar penyaluran kredit semakin deras, sekaligus menjadi upaya menggerakan roda perekonomian di tengah perlambatan kredit.

Sektor yang merasa mendapat angin segar atas kebijakan tersebut adalah sektor busana dan fashion. Melalui Asosiasi Eco Printer Indonesia (AEPI) Jatim, para pengusaha atau pelaku bisnis yang mayoritas anggotanya berada di lingkup Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berharap dana tersebut benar-benar tepat sasaran disalurkan kepada para pelaku usaha, terutama melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).


"Bagi UMKM seperti kita ini sangat mendukung sekali ya (kebijakan Menkeu). Apalagi untuk para pengusaha yang menengah kecil ini yang membutuhkan modal untuk usahanya," kata Lindawati, Ketua Asosiasi Eco Printer Indonesia (AEPI) Jatim, di Surabaya, Senin (15/9/2025).

Ia juga berharap, skema penyaluran kredit seperti KUR kepada para pelaku usaha juga diimbangi dengan bunga yang murah dan terjangkau. "Seperti bunganya ya, itu kalau bisa diminimkan tanpa bunga," imbuhnya singkat.

AEPI Jatim juga melihat, dampak penyaluran dana kredit kepada 5 bank milik pemerintah itu akan berdampak besar pada roda ekonomi Indonesia.

ADVERTISEMENT

Hal ini terutama untuk sektor usaha mikro hingga makro. Di sektor mikro seperti para pengusaha fashion eco print, diprediksi bisa membuat usahanya semakin besar, serta eksplorasi atau produknya semakin banyak.

"Mungkin untuk modal sesuai dengan kebutuhan kita ya untuk pengambilan pinjaman itu. Jadi mungkin kita menyesuaikan saja untuk mengembangkan usaha yang tadinya masih dengan stok minim bisa menambah stok untuk penjualan yang lebih besar," tambah Lindawati.

Eco printer sendiri termasuk teknik cukup baru di dunia fashion. Eco print adalah teknik mencetak pada kain dengan menggunkaan pewarna alami atau ramah lingkungan dan membuat motif dari daun secara manual yaitu dengan cara ditempel sampai timbul motif pada kain.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia