Suntikan Dana 200 T ke Bank Jadi Angin Segar untuk Pengusaha Fashion
SURABAYA, investor.id - Kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudha Sadewa terkait penyaluran dana Rp 200 triliun ke lima bank plat merah disambut baik oleh pengusaha sektor busana dan fashion.
Menkeu Purbaya sebelumnya menyampaikan, penyaluran dana ini bertujuan untuk memperkuat likuiditas bank agar penyaluran kredit semakin deras, sekaligus menjadi upaya menggerakan roda perekonomian di tengah perlambatan kredit.
Sektor yang merasa mendapat angin segar atas kebijakan tersebut adalah sektor busana dan fashion. Melalui Asosiasi Eco Printer Indonesia (AEPI) Jatim, para pengusaha atau pelaku bisnis yang mayoritas anggotanya berada di lingkup Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berharap dana tersebut benar-benar tepat sasaran disalurkan kepada para pelaku usaha, terutama melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Bagi UMKM seperti kita ini sangat mendukung sekali ya (kebijakan Menkeu). Apalagi untuk para pengusaha yang menengah kecil ini yang membutuhkan modal untuk usahanya," kata Lindawati, Ketua Asosiasi Eco Printer Indonesia (AEPI) Jatim, di Surabaya, Senin (15/9/2025).
Ia juga berharap, skema penyaluran kredit seperti KUR kepada para pelaku usaha juga diimbangi dengan bunga yang murah dan terjangkau. "Seperti bunganya ya, itu kalau bisa diminimkan tanpa bunga," imbuhnya singkat.
AEPI Jatim juga melihat, dampak penyaluran dana kredit kepada 5 bank milik pemerintah itu akan berdampak besar pada roda ekonomi Indonesia.
Hal ini terutama untuk sektor usaha mikro hingga makro. Di sektor mikro seperti para pengusaha fashion eco print, diprediksi bisa membuat usahanya semakin besar, serta eksplorasi atau produknya semakin banyak.
"Mungkin untuk modal sesuai dengan kebutuhan kita ya untuk pengambilan pinjaman itu. Jadi mungkin kita menyesuaikan saja untuk mengembangkan usaha yang tadinya masih dengan stok minim bisa menambah stok untuk penjualan yang lebih besar," tambah Lindawati.
Eco printer sendiri termasuk teknik cukup baru di dunia fashion. Eco print adalah teknik mencetak pada kain dengan menggunkaan pewarna alami atau ramah lingkungan dan membuat motif dari daun secara manual yaitu dengan cara ditempel sampai timbul motif pada kain.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


