Kesepakatan Dagang dengan AS, RI Diminta Genjot Impor Komoditas Pangan Ini
JAKARTA, investor.id - Indonesia dan Amerika Serikat telah menandatangani kesepakatan dagang resiprokal dalam momen kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington DC pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dokumen kesepakatan dagang resiprokal yang beredar menunjukkan bahwa Amerika Serikat meminta Indonesia untuk membeli produk pertaniannya senilai lebih dari US$ 4,5 miliar.
"Indonesia akan mendukung dan memfasilitasi pengaturan komersial untuk mengimpor komoditas pertanian AS senilai USD 4,5 miliar," demikian tertulis dalam dokumen tersebut, dikutip pada Minggu (22/2/2026).
Peningkatan impor produk pertanian AS ini mencakup komoditas gandum, kedelai, kapas, hingga jagung dan buah-buahan segar seperti apel, jeruk, dan anggur.
"Indonesia akan meningkatkan impor produk pertanian AS, termasuk daging sapi, jagung, kedelai, bungkil kedelai, gandum, etanol, buah-buahan segar (misalnya, apel, jeruk, anggur), kapas, dan tepung gluten jagung," tulis dokumen tersebut.
Selain itu, AS juga akan membebaskan bea masuk menjadi 0% untuk 173 pos tarif (HS Code) yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia dan turunannya.
Dari sektor pertanian komoditas yang memperoleh fasilitas tarif 0% meliputi buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya; kopi dengan enam pos tarif; teh hijau dan teh hitam; serta aneka rempah strategis seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit.
Selain itu, kakao dan turunannya, minyak sawit, palm kernel oil, serta buah dan inti kelapa sawit juga masuk dalam daftar bebas tarif. Produk olahan buah, tepung dan pati berbasis singkong dan sagu, hingga pupuk mineral berbasis kalium turut memperoleh fasilitas yang sama.
Dalam keterangannya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil negosiasi strategis yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
“Pembebasan tarif pada puluhan komoditas pertanian ini benar-benar hasil negosiasi yang berpihak pada petani kita. Bapak Presiden menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan diplomasi ekonomi yang kuat. Produk pertanian kita bisa masuk pasar global dengan akses yang lebih adil dan kompetitif,” ujar Mentan Amran dalam keterangan resmi, dikutip pada Minggu (22/2/2026).
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




