Sabtu, 4 April 2026

Kesepakatan Dagang dengan AS, RI Diminta Genjot Impor Komoditas Pangan Ini

Penulis : Natasha Khairunisa
22 Feb 2026 | 09:00 WIB
BAGIKAN
Pedagang menunggui sayuran-sayuran di lapaknya di Pasar Induk Senen, Jakarta, Senin (1/9/2025). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Pedagang menunggui sayuran-sayuran di lapaknya di Pasar Induk Senen, Jakarta, Senin (1/9/2025). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

JAKARTA, investor.id - Indonesia dan Amerika Serikat telah menandatangani kesepakatan dagang resiprokal dalam momen kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington DC pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dokumen kesepakatan dagang resiprokal yang beredar menunjukkan bahwa Amerika Serikat meminta Indonesia untuk membeli produk pertaniannya senilai lebih dari US$ 4,5 miliar.

"Indonesia akan mendukung dan memfasilitasi pengaturan komersial untuk mengimpor komoditas pertanian AS senilai USD 4,5 miliar," demikian tertulis dalam dokumen tersebut, dikutip pada Minggu (22/2/2026). 

Advertisement

Peningkatan impor produk pertanian AS ini mencakup komoditas gandum, kedelai, kapas, hingga jagung dan buah-buahan segar seperti apel, jeruk, dan anggur.

"Indonesia akan meningkatkan impor produk pertanian AS, termasuk daging sapi, jagung, kedelai, bungkil kedelai, gandum, etanol, buah-buahan segar (misalnya, apel, jeruk, anggur), kapas, dan tepung gluten jagung," tulis dokumen tersebut.

Selain itu, AS juga akan membebaskan bea masuk menjadi 0% untuk 173 pos tarif (HS Code) yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia dan turunannya.

Dari sektor pertanian komoditas yang memperoleh fasilitas tarif 0% meliputi buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya; kopi dengan enam pos tarif; teh hijau dan teh hitam; serta aneka rempah strategis seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit.

Selain itu, kakao dan turunannya, minyak sawit, palm kernel oil, serta buah dan inti kelapa sawit juga masuk dalam daftar bebas tarif. Produk olahan buah, tepung dan pati berbasis singkong dan sagu, hingga pupuk mineral berbasis kalium turut memperoleh fasilitas yang sama.

Dalam keterangannya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil negosiasi strategis yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam memperjuangkan kepentingan nasional.

“Pembebasan tarif pada puluhan komoditas pertanian ini benar-benar hasil negosiasi yang berpihak pada petani kita. Bapak Presiden menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan diplomasi ekonomi yang kuat. Produk pertanian kita bisa masuk pasar global dengan akses yang lebih adil dan kompetitif,” ujar Mentan Amran dalam keterangan resmi, dikutip pada Minggu (22/2/2026).

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 6 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 17 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 26 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia