Sabtu, 4 April 2026

RI Diminta Impor Minyak hingga LPG dari AS, Nilainya Fantastis

Penulis : Natasha Khairunisa
22 Feb 2026 | 08:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi minyak mentah
Sumber: Antara
ilustrasi minyak mentah Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Indonesia dan Amerika Serikat telah menandatangani kesepakatan dagang resiprokal dalam momen kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington DC pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dokumen kesepakatan dagang resiprokal yang beredar menunjukkan bahwa Amerika Serikat meminta Indonesia untuk mendukung dan memfasilitasi peningkatan impor sejumlah produk energinya.

"Indonesia akan mendukung dan memfasilitasi pengaturan komersial untuk mengimpor komoditas energi AS senilai US$ 15 miliar," demikian tertulis dalam dokumen tersebut, dikutip pada Minggu (22/2/2026). 

Advertisement

Dokumen itu juga menulis, Indonesia diminta meningkatkan impor batubara metalurgi dari AS untuk mendukung pembuatan baja, industrialisasi lokal, dan keandalan serta keamanan energi, dan mengurangi ketergantungan pada impor dari pelaku manipulasi pasar.

Tak hanya itu, Indonesia juga diminta meningkatkan impor teknologi batubara canggih AS dan bermitra dalam mempercepat pengembangan, penerapan, dan komersialisasi teknologi tersebut, termasuk dengan memanfaatkan semua mekanisme pendanaan yang tersedia untuk mendukung kemajuan teknologi pengolahan komoditas tersebut.

Selain itu, Indonesia juga diminta memfasilitasi pembelian LPG dari AS senilai US$ 3,5 miliar, pembelian minyak mentah senilai US$ 4,5 miliar, dan pembelian bensin olahan senilai US$ 7 miliar.

"Mendukung dan memfasilitasi pembelian minyak mentah senilai USD 4,5 miliar; dan mendukung dan memfasilitasi pembelian bensin olahan senilai USD 7 miliar," tulis dokumen tersebut.

Meski akan mendatangkan minyak mentah dari AS, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebijakan penghentian impor solar tetap berjalan tahun ini. Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menegaskan bahwa pengadaan produk solar akan tetap diupayakan melalui produksi dalam negeri demi menjaga komitmen kemandirian energi.

“Kita mengedepankan kemandirian energi sesuai komitmen Pak Menteri untuk stop impor solar tetap jalan. Ini satu hal yang berbeda, karena ini kesepakatan untuk perdagangan kita,” ujar Dwi Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 16 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 25 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia